Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SMI: Investasi Infrastruktur Bisa Kembalikan Potensi Pertumbuhan GDP 

Sektor jasa konstruksi merupakan bidang dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi keempat di dalam negeri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 07 Juli 2021  |  15:36 WIB
SMI: Investasi Infrastruktur Bisa Kembalikan Potensi Pertumbuhan GDP 
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyatakan investasi pada sektor infrastruktur merupakan solusi normalisasi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Chief Economist SMI I Kadek Dian Sutrisna Artha mengatakan pandemi Covid-19 telah merubah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pemangku kepentingan perlu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional lebih dari 5 persen untuk kembali menjajarkan realisasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Salah satu solusinya adalah investasi di infrastruktur yang [memiliki karakter investasi] jangka panjang, menyerap tenaga kerja [dengan jumlah besar], dan memiliki multiplier effect yang tinggi," katanya dalam Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook 2021, Rabu (7/7/2021).

Dian mencatat sektor jasa konstruksi merupakan bidang dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi keempat di dalam negeri. Adapun, peringkat pertama dimiliki sektor pertanian dan disusul oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan. 

Lebih rinci, Dian mengurutkan beberapa jenis infrastruktur dengan multiplier effect yang lebih tinggi ke lebih rendah, yakni bangunan, tenaga listrik, penyediaan air minum, komunikasi, jalan dan jembatan, dan terakhir pelabuhan. 

Di sisi lain, Dian menyatakan bisnis jalan tol relatif mengalami pemulihan lebih cepat dibandingkan bisnis pengelolaan infrastruktur lainnya, seperti kereta api dan bandar udara. Dian berpendapat bisnis kereta api maupun penerbangan masih akan sulit pulih lantaran masih menunggu kebijakan bidang kesehatan yang mampu merubah perlilaku masyarakat. 

Di samping itu, ia mengatakan bisnis pengelolaan jalan tol lebih mudah pulih karena lebih bersifat perserorangan dibandingkan dengan infrastruktur pendukung transportasi lainya. Selain itu, lanjutnya, permintaan logistik jalur darat yang menggunakan jalan tol masih tergolong tinggi. 

"Kami di SMI terus memberikan support untuk sektor-sektor infrastruktur. [Kami] berharap [industri infrastruktur di dalam negeri] bisa memiliki daya tahan dan bertahan [dari pandemi Covid-19. Itu prioritas utamanya," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur sarana multi infrastruktur
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top