Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bendungan Baru Sudah Terhubung dengan Jaringan Irigasi

Sebagian bendungan baru nantinya akan terhubung dengan irigasi premium. Irigasi premium adalah irigasi yang akan dilengkapi dengan teknologi yang terpasang internet of things (IoT).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 06 Juli 2021  |  20:36 WIB
Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembangunan Bendungan Leuwikeris yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis itu nantinya akan menampung  81,44 juta meter kubik air sebagai sumber irigasi lahan seluas 11.950 hektare serta dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), obyek wisata dan juga konservasi air tanah. Pembangunan sudah mencapai 54 persen dengan target rampung pada 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi
Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembangunan Bendungan Leuwikeris yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis itu nantinya akan menampung 81,44 juta meter kubik air sebagai sumber irigasi lahan seluas 11.950 hektare serta dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), obyek wisata dan juga konservasi air tanah. Pembangunan sudah mencapai 54 persen dengan target rampung pada 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan akan fokus memanfaatkan air baku dari bendungan baru untuk pembangunan irigasi.

Seperti diketahui, pemerintah telah membangun 18 bendungan baru sepanjang 2014—2020. Angka tersebut akan bertambah menjadi 31 bendungan pada tahun ini dengan potensi irigasi seluas 250.954 hektare.

Secara total, pemerintah akan membangun bendungan baru sebanyak 61 unit sepanjang 2014—2024. Seluruh bendungan tersebut berpotensi mengairi lahan pertanian seluas 367.000 hektare, dan menyediakan air baku sebanyak 52,27 meter kubik per detik.

“Sekarang [kami sudah menetapkan] 61 bendungan jadi prioritas [sumber air baku untuk irigasi]. Yang sudah dimanfaatkan [sejauh ini] saya belum bisa bilang, tapi sudah hampir 50 persen,” kata Direktur Irigasi dan Rawa Suparji kepada Bisnis, Selasa (6/7/2021).

Dengan kata lain, sekitar 9 unit bendungan telah dimanfaatkan air bakunya untuk keperluan irigasi. Suparji mencatat, beberapa bendungan yang telah tersambung dengan saluran irigasi adalah Bendungan Jatigede, Kuningan, Tapin, dan Paserolle.

Konstruksi Bendungan Paserolle sendiri telah rampung namun belum diresmikan oleh pemerintah. Selain itu, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan konstruksi jaringan irigasi yang tersambung dengan bendungan tersebut.

“Bisa dikatakan [Bendungan Paserolle] tuntas konstruksi dan tuntas fungsi,” ucapnya.

Suparji menyampaikan, sebagian bendungan baru nantinya akan terhubung dengan irigasi premium. Irigasi premium adalah irigasi yang akan dilengkapi dengan teknologi yang terpasang internet of things (IoT).

Hal itu, kata Suparji, membuat beberapa lahan yang dekat dengan bendungan baru akan terjamin ketersediaan air untuk irigasi. Selain itu, indeks pertanaman (IP) lahan yang dimaksud juga akan meningkat hingga 200 indeks.

Sebelumnya, Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan 61 bendungan baru yang dibangun pada 2014—2024 akan menambah volume tampung air di atas tanah sebanyak 3,7 miliar meter kubik.

Hasil tampungan air tersebut berpotensi menyediakan air baku sebanyak 52,27 meter kubik per detik.

Seluruh bendungan tersebut juga dapat mengendalikan banjir sebanyak 13.185 meter kubik per detik, dan potensi energi yang dihasilkan mencapai 152 mega watt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

irigasi bendungan Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top