Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPKM Darurat, PHRI Jakarta Minta Hotel Isoman Ditunjuk Bergantian

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta, jumlah hotel untuk isolasi mandiri mencapai 38 unit.
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen./Ilustrasi-Bisnis-Amri Nur Rahmat
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen./Ilustrasi-Bisnis-Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, JAKARTA – Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) Jakarta meminta pemerintah untuk melakukan pergantian hotel-hotel yang ditunjuk sebagai lokasi isolasi mandiri dan repatriasi.

Meski mengaku hotel isolasi mandiri tidak bisa menjadi solusi utama untuk menopang bisnis perhotelan, Ketua PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan segmen pasar untuk isolasi mandiri Orang Tanpa Gejala (OTG) dan repatriasi bisa sedikit membantu keuangan perusahaan.

“Tidak seluruh hotel siap [untuk menjadi hotel isoman dan repatriasi], hotel bintang saja banyak yang siap. Untuk bisa menjadi peserta repatriasi atau OTG ada syarat-syarat tertentu. Keinginan dari hotel-hotel itu adanya pergantian, bisa di-review dari pihak hotel,” katanya dalam konferensi pers virtual,” Senin (5/7/2021).

Wakil Sekretaris PHRI Jakarta Lisa P. Sanjoyo menambahkan berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta, jumlah hotel untuk isolasi mandiri mencapai 38 unit. Dari jumlah tersebut, hotel yang khusus menangani tenaga kesehatan ada sekitar 2-3 hotel.

“Boleh menerima isolasi mandiri, OTG. [Hotel] sudah dtunjuk Disparekraf, setiap hotel yang boleh melayani isoman sudah dicek Dinkes dan Kemenkes, harus ada minimum sertifikasi CHSE [Clean, Health, Sustainability, and Environment],” jelasnya.

Sementara itu, jumlah hotel yang digunakan untuk repatriasi WNI dan WNA di Jakarta sebanyak 64 unit.

“Itu yg menjadi concern supaya bisa bergantian, tidak hanya hotel yang sudah ditunjuk untuk menerima karantina repatriasi,” tambahnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper