Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPKM Berlaku, Ini Deretan Dampak bagi Industri Perhotelan dan Restoran

Skema ketenagakerjaan di industri hotel dan restoran itu masuk pada kategori variable cost. Ini artinya, biaya yang bertambah untuk menggaji karyawan seiring dengan penambahan output atau penjualan.
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel

Bisnis.com, JAKARTA – Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) Jakarta menyatakan ratusan hotel di Ibu Kota harus menghadapi kembali tekanan akibat implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan ratusan hotel di Jakarta terpaksa harus merumahkan karyawan. Jika kondisi tidak kunjung membaik, ia mengemukakan bukan tidak mungkin langkah selanjutnya adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penutupan hotel secara permanen.

“Kita punya karyawan, punya beban, kalau kita tidak dibantu, maka kita otomatis jangka pendek pasti merumahkan karyawan. Kalau berlanjut, akan ada pemutusan hubungan kerja karyawan,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, skema ketenagakerjaan di industri hotel dan restoran itu masuk pada kategori variable cost. Ini artinya, biaya yang bertambah untuk menggaji karyawan seiring dengan penambahan output atau penjualan.

“Jumlah kamarnya [yang disewa] turun, maka tenaga housekeeping akan mengalami penurunan. Ketika [restoran] gak boleh buka, maka tenaga kerjanya tidak ada yang kerja. Penurunan [tenaga kerja] akan mengikuti berapa persen penurunan produksi,” tekannya.

Dia pun menyebut jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini secara nasional mencapai lebih dari 500.000 orang. Khusus untuk DKI Jakarta, jumlah tenaga kerja bisa menembus 100.000 orang.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hotel Bintang 2,3,4,5 BPD PHRI DKI Jakarta Faris Setiabudi mengatakan implementasi PPKM Darurat kali ini adalah hanya memperhalus konsep lockdown.

“Kita menawarkan unpaid leave, penambahan cuti, kita lihat dulu potensinya berapa lama. Kita kehilangan banyak bisnis, bisnis wedding kita mesti kembalikan DP [down payment], uang itu digunakan untuk pegawai. [Kebijakan ini] menambah beban hotel yang harus survive 1,4 tahun,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper