Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didorong Kenaikan Produksi, Penjualan Kapuas Prima Naik 36,9 Persen di Kuartal I/2021

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Kapuas Prima Coal memproduksi mineral mentah atau ore sebesar 126.000 ton, meningkat 57,5 persen dibandingkan dengan produksi ore pada periode yang sama tahun Sebelumnya yaitu sebesar 80.000 ton.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  12:34 WIB
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena di Indonesia membukukan pertumbuhan kinerja yang memukau pada kuartal I/2021.

Hingga akhir Maret 2021, ZINC berhasil mencatat penjualan sebesar Rp228,4 miliar, atau naik 36,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp166,7 miliar.

Sementara itu, laba kotor naik 124,5 persen menjadi Rp113,2 miliar, dan laba bersih melesat 304,4 persen menjadi Rp64,6 miliar dari Rp15,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Independen Kapuas Prima Coal Padli Noor mengatakan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari hasil peningkatan kapasitas produksi yang sudah mulai dijalankan sejak akhir 2020, serta tren peningkatan harga komoditas yang terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Kapuas Prima Coal memproduksi mineral mentah atau ore sebesar 126.000 ton, meningkat 57,5 persen dibandingkan dengan produksi ore pada periode yang sama tahun Sebelumnya yaitu sebesar 80.000 ton.

"Kami bersyukur berhasil melewati kuartal pertama di tahun ini dengan hasil yang memuaskan. Melihat tren kenaikan harga komoditas dan permintaan untuk konsentrat yang masih tinggi, kami optimis hingga akhir tahun dapat mempertahankan kinerja yang positif," katanya melalui siaran pers, Selasa (21/6/2021).

Realisasi kinerja yang positif selama kuartal I/2021, ditunjukan oleh peningkatan penjualan komoditas yang diproduksi oleh ZINC. Tercatat, per Maret 2021 penjualan konsentrat seng sebesar Rp108,6 miliar, atau naik 35,6 persen dari Rp80 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan komoditas perak tumbuh 19,5 persen dari Rp36,6 miliar menjadi Rp43,8 miliar. Sementara itu, penjualan konsentrat timbal mengalami penurunan sebesar 13,8 persen menjadi Rp39,2 miliar dari Rp45,5 miliar, dan penjualan bijih besi mengalami penurunan 12,5 persen menjadi Rp3,9 miliar.

Namun, ZINC memperoleh tambahan penjualan dari konsentrat besi sebesar Rp32,7 miliar pada Kuartal I/2021.

Sebelumnya, ZINC menetapkan target penjualan di tahun ini akan mencapai Rp1,2 triliun. ZINC optimis kinerja positif pada kuartal pertama ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan strategi yang dijalankan yaitu meningkatkan kapasitas produksi sebesar 20-30 persen atau mencapai 564.000 ton konsentrat.

"Kami optimis target tersebut dapat direalisasikan seiring dengan perbaikan ekonomi dan manufaktur, dan didukung oleh tingginya permintaan konsentrat dari berbagai negara, di mana hingga saat ini ZINC telah mengantongi kontrak penjualan konsentrat mencapai setengah kuota ekspor yang dimiliki membuat permintaan akan konsentrat terus meningkat,” ujarnya.

Sebagai informasi, ZINC memperoleh kuota ekspor sebesar 46.000 ton konsentrat seng dan 17.500 ton konsentrat timbal untuk tahun ini. Sejalan dengan upaya peningkatan kinerja di tahun ini, ZINC telah merampungkan pembangunan pemurnian timbal pertama di Indonesia yang berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Smelter timbal direncanakan akan memasuki tahap commissioning, dan bisa beroperasi secara komersil pada Kuartal III/2021 ini. Diharapkan dengan mulai beroperasinya smelter timbal tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ZINC [Kapuas Prima Coal] ke depan,” ujar Padli.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter bijih besi kapuas prima coal
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top