Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Moncer, Kapuas Prima (ZINC) Genjot Produksi Bijih Besi

PT Kapuas Prima Coal Tbk. ingin menggenjot produksi bijih besi usai mentatatkan kinerja penjualan yang positif pada Desember 2020.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  12:02 WIB
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk. - Istimewa
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn) di Indonesia, mengklaim kinerja yang baik sepanjang 2020 lalu.

Per Desember 2020, perseroan berhasil mencetak peningkatan penjualan untuk komoditas bijih besi mencapai 377,30 persen menjadi Rp7,41 miliar, dibandingkan pada 2019 hanya sebesar Rp1,55 miliar.

Sementara penjualan komoditas seng perseroan tercatat sebesar Rp304,94 miliar, komoditas timbal sebesar Rp127 miliar, dan Perak sebesar Rp168,75 miliar. Adapun laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp29,12 miliar.

Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja mengatakan perseroan melihat adanya peluang yang positif dari peningkatan harga komoditas di penghujung tahun lalu, terutama harga bijih besi.

Oleh karenanya perseroan pun mulai menggerakan armada alat berat dan memulai kembali penambangan skala besar bijih besinya di kuartal IV/2020 untuk persiapan perseroan menghadapi tahun ini. Langkah itu dinilai tepat melihat sekarang harga bijih besi sudah melewati US$200 untuk kadar 62 persen.

"Adanya pandemi Covid-19 selama 2020 turut mempengaruhi kinerja perseroan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, kami masih mampu membukukan penjualan sebesar Rp608,1 miliar, dengan kontribusi penjualan terbesar berasal dari pasar ekspor yang mencapai Rp600,6 miliar," katanya melalui siaran pers, Senin (31/5/2021).

Sejalan dengan rencana bisnis ke depan, pada tahun ini ZINC akan fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi serta penambangan dari bisnis inti perseroan.

perseroan optimis dengan cadangan mineral yang dimiliki, kapasitas produksi dapat terus ditingkatkan untuk mendukung penjualan ke depan.

“Diharapkan pada tahun 2021 ini produksi konsentrat timbal dapat mencapai 17.500 ton, serta produksi konsentrat seng mencapai 46.000 ton sesuai dengan kuota ekspor yang kami miliki. Tentunya target ini masih masih dapat berubah apabila peningkatan kapasitas produksi kami berhasil, di mana kami menargetkan kapasitas produksi dapat meningkat sekitar 20-30 persen tahun ini," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga akan terus meningkatkan produksi bijih besi untuk menangkap peluang positif dari peningkatan permintaan komoditas tersebut.

Hal ini sebagai dampak dari perang dagang yang terjadi antara Australia dan China yang turut mengangkat harga komoditas tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bijih besi kapuas prima coal
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top