Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepengurusan Indonesian Lightwood Association Akan Diisi Kaum Milenial

Generasi milenial dinilai melek teknologi dan memiliki improvisasi serta mempunyai jaringan di seluruh dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Mei 2021  |  22:49 WIB
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id

Bisnis.com, SUKOHARJO — Indonesian Lightwood Association (Ilwa) yang beranggota ratusan perusahaan kayu pabrikan di Indonesia dengan ketua umum yang baru, ke depan bakal mentransformasi asosiasinya yang modern dengan digital organisasi.

"Kami mulai menyusun anak muda generasi kedua perusahaan dengan bisnis perkayuan dari orang tuanya beralih ke putra putrinya, hal ini, yang akan menjadi darah segar kami sebagai pengurus Ilwa baru," kata Ketua Umum Ilwa Setyo Wisnu Broto usai acara Munaslub Ilwa yang terpilih secara aklamasi periode 20202025, Sabtu (29/5/2021).

Setyo mengatakan bahwa dirinya akan membawa asosasi itu menjadi lokomotif untuk menggerakkan industri, khususnya di kayu ringan. 

Program jangka pendeknya adalah penguatan struktur organisasi. Pada kepengurusannya akan muncul milenial yang melek teknologi dan berimprovisasi serta mempunyai jaringan di seluruh dunia.

Artinya, katanya, kelompok milenial tersebut ternyata di dunia saling terkait. Kaum milenial akan ikut bergabung dengan pemasaran tidak lagi secara konvensional, tetapi membuat web dan "market place" bersama dengan patner di luar negeri yang akhirnya bisa melakukan penjualan langsung.

Wisnu menjelaskan Ilwa berawal dari "Indonesian Barecore Association" (Ibca) dideklarasikan di Solo pada 5 Mei 2015 dengan beranggotakan 123 pabrikan yang terdaftar sebagai Rumah Barecore Indonesia dengan Spirit Go Green, Go Innovation, Go International. Ibca bertransformasi menjadi Ilwa.

Wisnu mengatakan bahwa pasar kayu dunia akan tumbuh terus seiring dengan kenaikan jumlah populasi manusia dan kayu ringan, seperti sengon atau albasia dan jabon sebagai bahan baku building material bangunan dan mebeler yang diminati pasar internasional, yang kebutuhannya ke depan akan semakin meningkat.

"Sebagai info pada 2019 kebutuhan kayu dunia mencapai US$2,1 triliun atau setara Rp29.400 triliun per tahun atau lebih dari 10 kali nilai APBN Indonesia saat ini," katanya.

Melihat peluang pasar yang luar biasa tersebut, Ilwa bersama semua pemangku kepentingan akan mendorong penguasaan rantai pasok global dengan melakukan penanaman besar-besaran yang terdata secara digital dan akurat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perkayuan generasi milenial

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top