Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prancis Persempit Gap Investasi Keuangan dengan Inggris

Dilansir Bloomberg, Senin (21/6/2021), Inggris menarik 56 proyek jasa keuangan pada 2020, masih yang tertinggi di Eropa namun turun 43 proyek dari 2019, menandai penurunan tahunan terbesar dalam satu dekade.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  10:22 WIB
Prancis Persempit Gap Investasi Keuangan dengan Inggris
Seorang warga berjalan melewati tanda informasi di tengah wabah penyakit Covid-19 di Bolton, Inggris, Senin (17/5/2021). - Antara/Reuters\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meski Inggris masih menjadi tujuan investasi keuangam utama di Eropa tetapi keunggulannya menyusut. Menurut, sebuah survei oleh konsultan EY, Prancis yang menempati urutan kedua telah mempersempit gap investasi keuangan dengan Inggris.

Dilansir Bloomberg, Senin (21/6/2021), Inggris menarik 56 proyek jasa keuangan pada 2020, masih yang tertinggi di Eropa namun turun 43 proyek dari 2019, menandai penurunan tahunan terbesar dalam satu dekade.

Investasi asing langsung (FDI) dalam jasa keuangan turun 23 persen di seluruh Eropa pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19 berdampak pada kepercayaan bisnis dan membatasi perjalanan.

Adapun, Prancis adalah lokasi FDI paling populer kedua di Eropa tahun lalu. Ini mencatat 49 proyek jasa keuangan, 11 lebih banyak dari tahun 2019, dan menyalip Jerman untuk posisi nomor dua. Prancis juga melawan tren Eropa secara keseluruhan dengan proyek yang lebih sedikit untuk tahun ini.

Sentimen investor terhadap masa depan jasa keuangan Inggris positif dalam survei, dengan negara tersebut tetap menjadi negara Eropa yang paling menarik dan London kota terkemuka untuk investasi jasa keuangan. Di Inggris, Skotlandia adalah wilayah paling menarik kedua, menurut survei.

“Meskipun keunggulannya mungkin telah menyempit pada 2020, kemungkinan besar hanya jangka pendek dalam menanggapi gangguan bisnis terkait pandemi dan Brexit, sentimen investor menunjukkan bahwa Inggris sedang mencari masa depan yang kuat, dan akan terus mengungguli negara-negara Eropa lainnya dalam waktu dekat, menarik investasi jasa keuangan pasca-Covid-19,” kata Anna Anthony, Managing Partner EY UK Financial Services.

Pada 2019, Inggris Raya mencatatkan 99 proyek jasa keuangan, lebih dari dua kali lipat dari Jerman yang saat itu meraih 43 proyek.

Ketika pasar dan ekonomi di seluruh dunia mulai pulih dari pandemi, sentimen investor menunjukkan Inggris akan terus mengungguli negara-negara Eropa lainnya dalam menarik investasi jasa keuangan. Investor global memberi peringkat tertinggi di Inggris di Eropa untuk rencana pemulihan pandemi yang ramah investasi.

Dalam hal investasi ke Inggris, Amerika Serikat kembali menjadi sumber utama, menyumbang 37 persen dari FDI jasa keuangan Inggris-naik dari 32 persen pada 2019. Di tingkat kota, London terus dilihat sebagai tujuan paling menarik di Eropa untuk FDI jasa keuangan, diikuti oleh Stockholm dan Amsterdam.

Penelitian lapangan di Inggris dilakukan pada Maret dan April melalui wawancara online yang mewakili sampel dari 570 pembuat keputusan internasional. Penelitian Eropa didasarkan pada panel yang terdiri dari 550 peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis london inggris Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top