Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Luncurkan Pusat Pengemasan pada Awal Semester II/2021

Program tersebut dapat membuat kemasan produk besutan IKM memiliki standar dan meningkatkan penjualan pelaku IKM hingga 30 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  15:56 WIB
Kardus kemasan.  - fb mr. kardus
Kardus kemasan. - fb mr. kardus

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian akan meluncurkan program sentra pengemasan pada awal semester II/2021. Program tersebut dinilai akan menambah penjualan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dan input IKM pada PDB sektor manufaktur.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi IKM dengan 25 rumah pengemasan dalam program tersebut.

Dia berharap agar program tersebut dapat membuat kemasan produk besutan IKM memiliki standar dan meningkatkan penjualan pelaku IKM hingga 30 persen.

"Saya mau bikin standar packaging [produk IKM] seluruh Indonesia standarnya sama. Jadi, bukan hanya [IKM asal] Bali yang punya desain kemasan yang bagus," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/6/2021).

Selain dengan pelaku usaha industri kemasan, Gati berujar pihaknya juga akan bekerja sama dengan tenaga pendidikan bidang kemasan sehingga jangkauan program tersebut akan semakin luas.

Nilai output IKM terhadap sektor manufaktur mencapai level 21,22 persen pada akhir 2020. Gati menilai dampak program tersebut belum akan terasa langsung pada angka tersebut.

"Tidak bisa cuma 1 tahun [langsung terlihat dampaknya] karena yang namanya kebijakan itu bisa terlihat dampaknya setelah 2 tahun [berjalan]. Packaging center nanti kelihatan [dampaknya] baru 2 tahun lagi," ucapnya.

Gati menyampaikan tujuan akhir dari program tersebut adalah menambah jumlah pelaku IKM yang dapat melakukan ekspor. 

Menurutnya, salah satu persyaratan agar produk IKM menembus pasar global adalah kualitas kemasan yang baik.

Seluruh proses menghubungkan IKM dengan pelaku industri grafis akan dilakukan secara daring. Selain itu, pelaku IKM juga dapat mengajukan pendampingan dengan para fasilitator.

Dia berpendapat pencocokan secara daring tersebut merupakan salah satu cara pemerintah merangsang pelaku IKM untuk menggunakan teknologi.

"Digitalisasi itu bukan milik industri besar saja, tapi IKM bisa menerapkannya [juga] dan tidak mahal," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm industri kemasan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top