Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Campina (CAMP) Membaik, Q1/2021 Laba Tumbuh 47 Persen

Campina saat ini masih mengandalkan satu pabrik di Surabaya dengan kapasitas terpasang 30 juta liter per tahun. Adapun volume produksi perseroan mencapai 25–26 juta per tahun.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  23:40 WIB
Produk es krim buatan PT Campina Ice Cream Industry Tbk.  - Campina
Produk es krim buatan PT Campina Ice Cream Industry Tbk. - Campina

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen eskrim olahan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk. (CAMP) menyebut kinerja perusahaan telah membaik sejak terpukul pandemi tahun lalu.

Tahun lalu perseroan hanya mencatat pendapatan Rp950 miliar atau turun 6,5 persen dibandingkan akhir tahun 2019 yang mencapai Rp1,03 triliun. Sejalan dengan hal itu produksi eskrim perseroan pun minus pada tahun lalu.

Direktur Penjualan & Pemasaran Campina Ice Cream Industry Adji Andjono Purwo mengatakan saat ini berkaca dari laporan keuangan tiga bulan pertama maka secara umum kondisi perusahaan sudah lebih baik dari awal tahun lalu.

"Kalau melihat laporan keuangan kuartal I/2021 maka penjualan kita tumbuh 10 persen dan laba tahun berjalan tumbuh 47 persen yoy. Jadi secara umum kondisi perusahaan lebih baik," katanya kepada Bisnis, Rabu (9/6/2021).

Dengan demikian, tahun ini perseroan optimistis akan mencapai pertumbuhan kembali di level 5-7 persen. Artinya, jika target tersebut tercapai penjualan di atas Rp1 triliun seperti periode 2019 akan dapat diraup.

Adapun secara produksi kendati tak merinci lebih jauh, Adji hanya mengemukakan faktor pendorong kinerja tahun ini akan berasal dari mulai melonggarnya pembatasan.

Dalam catatan Bisnis, Campina saat ini masih mengandalkan satu pabrik di Surabaya dengan kapasitas terpasang 30 juta liter per tahun. Adapun volume produksi perseroan mencapai 25 juta-26 juta per tahun.

Untuk mengungkit kinerja perseroan pun telah merilis satu varian produk es krim terbaru yakni Hula Hula Taro yang termasuk dalam jenis es krim stick. Selanjutnya perseroan masij berencana meluncurkan lima varian es krim baru guna mengatrol tingkat penjualan.

Adji sebelumnya menjelaskan pasar es krim di dalam negeri dibagi menjadi dua yakni pasar es krim luar rumah dan dalam rumah. Pasar es krim luar rumah bergantung pada keinginan sesaat konsumen, sementara pasar dalam rumah bergantung pada konsumsi yang direncanakan.

Produk pasar luar rumah adalah es krim stik maupun mangkuk, sedangkan produk pasar dalam rumah umumnya berukuran besar dan dijual dalam bentuk liter. Selain itu, pasar es krim nasional didominasi oleh pasar luar rumah hingga 80 persen, sedangkan pasar dalam rumah hanya 20 persen.

Adapun secara portofolio, Adji mengatakan produksi perseroan masij serupa dengan industri, yakni 80 persen produk stik maupun mangkuk dan 20 persen produk ukuran besar. Campina saat ini memiliki enam jenis produk es krim, antara lain es krim stick, cup, cone, family pack, es potong, dan bulk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman es krim CAmpina
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top