Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditengah Isu Mogok, Driver Gojek Masih Beroperasi Normal

Isu demo para awak driver GoSend Sameday yang melayani pengantaran barang yang santer beredar belakangan ini ternyata tidak membuat mitra driver kehilangan semangat untuk melayani pelanggan Gojek.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  18:47 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas driver Gojek masih berjalan normal. Hari ini para driver terlihat hilir mudik melayani pesan antar makanan maupun layanan transportasi.

Isu demo para awak driver GoSend Sameday yang melayani pengantaran barang yang santer beredar belakangan ini ternyata tidak membuat mitra driver kehilangan semangat untuk melayani pelanggan Gojek.

Seperti dituliskan mz ojol, melalui akun twitter-nya @ryan_nus, bahwa dirinya dan banyak mitra pengemudi Gojek lainnya, termasuk pengemudi roda empat yang tergabung dalam GoCar, masih mencari order.

“Jangan khawatir, ini gak semua driver, kalo mau ada yang solidaritas kami gak halangi. Gw pribadi masih keliling Jakarta, nyari dan bawarin orderan goride,” demikian tulisnya seraya mengunggah foto kondisi jalan Jakarta saat dia menunggu order, seperti dikutip Selasa (8/6).

Akun ini juga sempat membagikan tangkapan layar dari ponsel pengemudi gocar bernama Niko yang juga masih keliling mencari order. Bahkan dia juga memberikan konfirmasi jika mitra pengemudi Gojek yang khusus melayani pesan-antar makanan dari merchant GoFood juga masih siap sedia seperti biasa.

Akun lainnya, @kejO_Online, juga sempat memberi konfirmasi mengenai situasi di mana seluruh layanan Gojek selain GoKilat tetap berjalan normal hari ini.

“Untuk GoRide/GoCar/GoFood/GoSend Instant masih tetap berjalan normal, jadi jangan khawatir untuk ga dapat driver,” tulisnya.

Akun tersebut juga mendoakan agar aksi solidaritas berjalan damai dan dapat dicapai kesepakatan yang saling menguntungkan antara mitra driver dan perusahaan.

Sementara itu, akun @GojekOnTwitt juga memberikan kepastian jika tidak semua mitra pengemudi Gojek melakukan mogok massal seperti yang ramai diberitakan di media online.

“Click Bait ini bisa menyebatkan customer yang ingin memesan @gojekindonesia jadi berfikir ulang dan beralih memesan yang lainnya, padahal kenyataannya hanya driver GoKilat yang demo minta kebijakan aturan bonus baru diperjelas," cuit dia.

Cuitan ini sempat menarik perhatian Gojek melalui akun twitter resmi, @gojekindonesia. Perusahaan mencoba memberikan klarifikasi.

“Hai, GoSend Sameday tidak mengubah skema pendapatan/tarif pokok per jarak tempuh, sebaliknya kebijakan ini justru memberi peluang agar banyak mitra dapat insentif. Nantikan beberapa inisiatif/program lainnya untuk mitra GoSend ya. Kami mohon maaf untuk ketidaknyamanannya," cuit perusahaan startup yang baru-baru ini mengumumkan merger dengan Tokopedia dengan membentuk Grup GoTo.

Adapun aksi mogok dengan cara off bid itu dikabarkan akan dilakukan oleh para mitra pengemudi Gojek yang beroperasi sebagai mitra khusus melayani order GoSend Same Day Delivery (SMD).

Rencana itu merupakan bentuk aksi protes para driver terhadap perubahan skema pembayaran insentif pengantaran bagi para kurir yang dianggap kurang menguntungkan.

Seperti diketahui GoSend akan menerapkan skema baru insentif atau bonus kepada mitra driver yang melayani pengiriman di hari yang sama (GoSend Sameday) di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Adapun skema pendapatan pokok atau tarif per jarak tempuh tidak berubah sehingga penghasilan pokok driver tetap terjaga.

Penyesuaian skema insentif tersebut dilakukan supaya lebih banyak mitra driver bisa mendapatkan insentif. Melalui penerapan skema baru pemberian insentif ini,  bonus diberikan  per 1 kali pengantaran dibandingkan skema sebelumnya yaitu per 5 pengantaran.

Selama ini mitra driver GoSend Sameday memperoleh penghasilan utama dari pendapatan pokok per jarak tempuh, kemudian baru ditambah insentif (bonus).

Vice President Corporate Communication Gojek Audrey Petriny menyampaikan, kebijakan penyesuaian dilakukan hanya terhadap skema insentif, sedangkan skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver tidak berubah. 

"Langkah ini dilakukan untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra GoSend Sameday atau yang kerap disebut sebagai GoKilat, agar dapat memperoleh bonus harian," katanya di Jakarta, Senin (6/6).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi StartUp Gojek
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top