Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan karena Anggaran Dua Bendungan Batal Dibangun, melainkan ...

Kedua bendungan yang dimaksud adalah Batu Lepek di Kalimnatn Timur dan Welikis di Nusa Tenggara Timur.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  17:10 WIB
Bendungan Napungete di NTT.  - Kementerian PUPR
Bendungan Napungete di NTT. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  akan mengubah target pembangunan bendungan baru hingga 2024.

Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan bahwa pihaknya hanya akan menambah 12 bendungan baru hingga 2023. Menurutnya, dua bendungan yang tadinya akan dibangun diputuskan untuk dibatalkan.

"Ini kan pembiayaan APBN juga kelihatannya masih berat. Jadi, kami memang memprogramkan bendungan baru itu menjadi 12 bendungan," katanya kepada Bisnis, Selasa (8/6/2021).

Kedua bendungan yang dimaksud adalah Batu Lepek dan Welikis. Airlangga berujar kedua alasan pembatalan konstruksi bendungan tersebut didasari oleh studi terbaru di tiap-tiap daerah.

Bendungan Batu Lepek akan dibangun dekat ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Menurut Airlangga, kebutuhan air berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur hingga 2035 masih dapat dipenuhi oleh Bendungan Sepaku Semoi.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat Bendungan Sepaku Semoi akan disuplai air sejumlah 500 liter per detik sebagai tahap awal untuk kebutuhan Ibu Kota Negara. Secara bertahap debit air akan ditingkatkan mulai dari 1 kubik per detik hingga mencapai 3 kubik per detik.

Selain itu, jumlah kapasitas air ketika bendungan selesai dibangun mencapai 2,5 meter kubik per detik. Adapun, 2 kubik direncanakan akan digunakan untuk menyelesaikan krisis air di Balikpapan.

Perkembangan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi hingga awal Mei 2021 telah mencapai level 6,13 persen. Adapun, bendungan tersebut dijadwalkan rampung pada 2023 bersama 13 bendungan lainnya.

Bendungan kedua yang dibatalkan konstruksinya adalah Bendungan Welikis di Nusa Tenggara Timur (NTT). Airlangga menjelaskan pembatalan konstruksi bendungan tersebut disebabkan oleh keputusan gubernur provinsi tersebut.

Menurutnya, pembangunan Bendungan Welikis dilakukan untuk menggantikan konstruksi Bendungan Kolhua yang telah dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). "Ternyata, Gubernur NTT sekarang mendorong lagi pembangunan Bendungan Kolhua, jadi [konstruksi Bendungan] Welikis dibatalkan."

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KPPIP) mencatat Bendungan Kolhua direncanakan memiliki kapasitas sebesar 6.65 juta meter kubik. Bendungan tersebut diharapkan dapat menyediakan pasokan air baku sebesar 0,15 meter kubik detik dan menghasilkan listrik sebesar 0,04 megawatt.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan ibu kota negara
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top