Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag: Penjualan Grocery Products di Ritel Modern Bisa Tetap Tumbuh

Kemendag menyatakan perlambatan pertumbuhan terjadi akibat turunnya mobilitas selama pembatasan sosial.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  09:25 WIB
Ilustrasi Hypermart
Ilustrasi Hypermart

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan memperkirakan penjualan produk kebutuhan makanan (grocery products) masih memiliki peluang untuk terus tumbuh. Pulihnya konsumsi kelas menengah dan menengah ke atas menjadi salah satu faktor pendorong.

"Penjualan grocery products di ritel modern masih memiliki peluang untuk terus tumbuh, karena bagaimanapun jenis produk ini adalah produk yang akan terus dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan, Selasa (8/6/2021).

Mengutip laporan Nielsen, Oke menyebutkan konsumsi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di ritel modern tetap tumbuh 2 persen selama Januari sampai September 2020. Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 di mana penjualan FMCG di ritel modern naik sampai 7,5 persen.

Oke mengatakan perlambatan pertumbuhan terjadi akibat turunnya mobilitas selama pembatasan sosial, tetapi tetap memperlihatkan adanya kebutuhan berbelanja produk-produk tersebut.

"Kami meyakini penjualan grocery products di ritel modern akan membaik pada tahun 2021, didukung dengan kembalinya kepercayaan belanja pada masyarakat menengah dan menengah ke atas seiring dengan proses vaksinasi yang terus berjalan," lanjutnya.

Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2021 juga telah mengindikasikan keyakinan konsumen yang optimistis terhadap kondisi ekonomi.

Hal tersebut, kata Oke, tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2021 sebesar 101,5 yang masuk ke zona optimis, meningkat dibandingkan dengan 93,4 pada bulan Maret 2021. IKK April 2021 juga merupakan angka optimisme pertama kali sejak IKK masuk zona pesimis pada April 2020.

"Saat ini aktivitas konsumsi sudah mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan survei dari Mandiri Institut per 11 April 2021, tren belanja juga mengalami peningkatan.  Belanja di supermarket relatif stabil sepanjang 2021 dan makin meningkat menjelang Ramadan," kata dia.

Peluang penjualan geocery products yang cukup besar dan menyebabkan persaingan yang meningkat di antara pelaku usaha dinilai Oke sebagai suatu hal yang tidak mengherankan. Tetapi, dia memperingkatkan pula soal persaingan yang harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait persaingan usaha yang diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Di sisi lain, Kemendag akan lebih mengarahkan kebijakan pada persaingan usaha antara ritel modern dan UMKM melalui penataan zonasi lokasi pendirian toko swalayan berdasarkan rencana tata ruang, pengaturan jarak antara ritel modern dengan pasar rakyat, kemitraan ritel modern dengan UMKM dan kebijakan penanaman modal bidang usaha minimarket yang dicadangkan untuk koperasi dan UMKM.

Sebelumnya, laporan Departemen Pertanian AS (USDA) menyebutkan nilai penjualan ritel produk grocery di Indonesia turun 15,65 persen dari US$115 miliar pada 2019 menjadi US$97 miliar pada 2020.

Namun, pangsa untuk ritel modern meningkat dari 18 persen pada 2019 menjadi 20,3 persen pada 2020. Pangsa tersebut setara dengan nilai US$19,70 miliar atau turun tipis dibandingkan dengan 2019 yang menyentuh US$20,7 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag ritel modern Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top