Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Hadirkan Pembayaran Tiket Non Tunai di Balikpapan & Batam

ASDP memperluas jaringan pembayaran tiket penyeberangan secara non tunai di pelabuhan Balikpapan dan Batam.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  12:59 WIB
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis -  Paulus Tandi Bone
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperluas digitalisasi penyeberangan dengan menghadirkan metode pembayaran cashless dalam pembelian tiket penyeberangan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan setelah sukses pada awal 2021 di lintasan Ujung-Kamal, Surabaya, kini layanan cashless tersebut hadir di Pelabuhan Penajam, Balikpapan serta Pelabuhan Telaga Punggur dan Tanjung Uban, Batam.

Dia menyebut program digitalisasi melalui metode pembayaran menggunakan kartu elektronik dapat dilakukan mulai dari e-Money Bank Mandiri, Brizzi BRI, Tap Cash BNI, dan Flazz BCA.

"Pengguna jasa semakin dimudahkan dalam pembelian tiket ferry dengan hadirnya layanan pembayaran cashless ini. Tahun ini, mulai dari lintasan Ujung-Kamal, Surabaya, dilanjutkan penjualan tiket lintasan Patimban-Panjang-Pontianak melalui Hotline WA, dan go live di Penajam, Balikpapan pada awal Mei, dan sejak 2 Juni 2021 juga telah dimulai di Telaga Punggur - Tanjung Uban, Batam," katanya dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (5/6/2021).

Menurutnya, metode pembayaran yang dimodernisasi dengan non-tunai menggunakan kartu uang elektronik yang dilakukan secara bertahap ini sejalan dengan beleid Kementerian Perhubungan PM No. 19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

Pembayaran dengan non tunai atau menggunakan kartu uang elektronik, lanjutnya, menjadi salah satu opsi yang dibuka dalam program digitalisasi selain pembayaran tunai. Tentunya, tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada pengguna jasa. Hanya saja, untuk biaya pembelian dan pengisian ulang kartu elektronik mengikuti ketentuan bank penerbit dari masing-masing kartu elektronik tersebut.

"Sejak tahun lalu kami fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen kami merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern. Metode pembayaran secara cashless ini juga mendukung upaya pemerintah di era pandemi Covid-19 ini untuk mengurangi transaksi pembayaran secara fisik melalu petugas loket di pelabuhan," ujarnya.

Dia menambahkan, antusiasme pengguna jasa yang membeli tiket ferry dengan metode pembayaran cashless terus meningkat. Menurutnya masyarakat semakin teredukasi untuk membeli tiket dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat.

"Ini juga bukti bahwa dalam dua tahun terakhir ini, masyarakat telah melek dengan perubahan dan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Perlahan namun pasti ASDP telah berhasil melakukan peningkatan taraf peradaban dalam industri penyeberangan yang modern atau yang kita narasikan ASDP is elevating civilization to the next level," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp non tunai
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top