Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelni Perketat Protokol Kesehatan Hingga 31 Mei 2021

Perpanjangan periode ini khusus bagi pelaku perjalanan antardaerah di dalam Pulau Sumatra dan perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  17:14 WIB
Calon penumpang kapal feri tertahan dan duduk di depan pintu dermaga Pelabuhan Jangkar Situbondo. Senin (3/5/2021). - Antara
Calon penumpang kapal feri tertahan dan duduk di depan pintu dermaga Pelabuhan Jangkar Situbondo. Senin (3/5/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni terus melakukan pengetatan protokol kesehatan pada seluruh armada mengingat periode pengetatan perjalanan pasca-larangan mudik diperpanjang hingga 31 Mei 2021.  

Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taufik mengatakan perpanjangan pengetatan ini sesuai dengan Addendum SE Kasatgas No.13/2021. Perpanjangan periode ini khusus bagi pelaku perjalanan antardaerah di dalam Pulau Sumatra dan perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa.

"Kami akan memperketat protokol kesehatan di atas kapal Pelni. Berkas untuk syarat perjalanan juga kami lakukan verifikasi dengan teliti sesuai prosedur perusahaan terutama untuk perjalanan di Pulau Sumatra dan perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa,” katanya dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (26/5/2021).

Dia menjelaskan, sesuai dengan Addendum SE Kasatgas No. 13/2021, pembatasan perjalanan akan tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan di Pulau Sumatra dan pelaku perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa yaitu dengan melampirkan hasil negatif melalui pemeriksaan RT PCR/Rapid Test Antigen atau GeNose C19 dengan hasil maksimal 1x24 jam.  

“Khusus untuk pelaku perjalanan pada daerah lainnya, syarat perjalanan dengan Kapal Pelni kembali berlaku hasil tes negatif Rapid Antigen dan RT-PCR yang dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kapal. Untuk hasil tes negatif GeNose C19 tetap maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” jelasnya. 

Lebih lanjut dia menuturkan, perusahaan saat ini telah membuka kembali layanan online penjualan tiket melalui website resmi perusahaan dan Pelni Mobile Apps, contact center 162, travel agent, dan mitra penjualan tiket.

Dia memerinci, pada periode pasca masa peniadaan mudik terhitung sejak 18 hingga 24 Mei 2021, Pelni telah mengantarkan sebanyak 57.759 penumpang dengan kapal penumpang dan 15.584 penumpang dengan kapal perintis.

"Hingga Selasa [25/5/2021] tercatat lima rute padat pada kapal penumpang yakni Belawan - Pulau Batam, ParePare - Tarakan, BauBau - Makassar, Nabire - Jayapura, serta Tarakan - ParePare. Sementara untuk rute padat pada pelayaran kapal perintis meliputi Masalembo - Kalianget, Sanana - Ternate, Sintete - Tanjung Pinang, ToliToli - Tarakan, serta Pulau Raas - Jangkar," ujar dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi pelni Larangan Mudik Lebaran
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top