Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-Gara Corona, Penerimaan Pajak Masih Terkontraksi 0,5 Persen pada April 2021

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak pada April 2021 adalah sebesar Rp374,9 triliun atau mencapai 30,5 persen dari target APBN Tahun ANggaran 2021.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  10:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan penerimaan pajak negara hingga April 2021 masih mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak pada April 2021 adalah sebesar Rp374,9 triliun atau mencapai 30,5 persen dari target APBN Tahun ANggaran 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun.

Capaian tersebut masih mengalami kontraksi sebesar -0,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski masih tercatat negatif, Sri Mulyani mengatakan kondisi telah menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Dia merincikan, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 impor masih mengalami kontraksi pada periode tersebut, termasuk juga PPh orang pribadi (OP) yang mengalami penurunan.

Di sisi lain, PPh badan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mengalami peningkatan, seiring dengan berlangsungnya pemulihan ekonomi nasional.

“Ini harus dilihat secara hati-hati karena menggambarkan pemulihan ekonomi kita. PPN dan PPh badan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Berdasarkan sektor, setoran pajak yang mengalami peningkatan di antaranya industri pengolahan sebesar 16,51 persen, transportasi 2,4 persen, dan konstruksi 1,5 persen.

Sri Mulyani mengatakan penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami peningkatan yang tinggi, mencapai Rp78,7 triliun atau 36,6 persen dari target APBN 2021. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 36,5 persen.

Pertumbuhan tertinggi dikontribusi dari penerimaan cukai yang tercatat naik 32,8 persen. Capaian ini pun didorong oleh pertumbuhan cukai hasil tembakau (CHT).

“Produksi rokok menurun tapi setorannya cukup baik, ini berarti policy kita kemarin sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Sri Mulyani.

Sementara, bea keluar tercatat tumbuh hingga 658,9 persen, yang didorong oleh kinerja ekspor, terutama pada komoditas tembaga, serta tingginya harga produk kelapa sawit.

Di samping itu, Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada April 2021 sebesar Rp131,3 triliun atau 44 persen dari target APBN 2021, tumbuh 14,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian secara keseluruhan, pendapatan negara hingga periode April 2021 tercatat mencapai Rp585 triliun atau 33,5 persen dari target APBN Rp1.743,6 triliun, meningkat sebesar 6,5 persen secara tahunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak apbn sri mulyani penerimaan pajak
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top