Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggarannya Rp514 Miliar, PUPR Segera Tata Kawasan Pura Besakih

Masa konstruksi Penataan Kawasan Suci Pura Besakih akan dimulai pada medio 2021 dan akan menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  21:22 WIB
Umat Hindu menggelar upacara di Pura Besakih yaitu Pura yang berada di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). - ANTARA/Nyoman Budhiana
Umat Hindu menggelar upacara di Pura Besakih yaitu Pura yang berada di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan penataan Kawasan Suci Pura Besakih dapat membuat Provinsi Bali bangkit kembali setelah terpukul oleh pandemi Covid-19.

Penataan yang dimaksud adalah pembangunan gedung parkir mobil dan bus, pekerjaan kawasan, dan bangunan kios area Bencingah. Adapun, pekerjaan konstruksi tersebut merupakan tindak lanjut pembangunan Gedung Parkir Mobil dan Bus serta Pekerjaan Kawasan, dan Bangunan Kios Area Bencingah dengan total biaya Rp514,2 miliar dari usulan Pemerintah Provinsi Bali yang disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi Covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Minggu (23/5/2021).

Basuki berujar proyek konstruksi tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Pusat lantaran Pura Besakih masuk dalam daftar aset nasional. Menurutnya, anggaran yang akan dihabiskan untuk penataan Kawasan Suci Pura Besakih mencapai Rp514,2 miliar.

Basuki mencatat pengerjaan penataan kawasan tersebut dijadwalkan untuk beroperasi pada Maret 2022. Basuki berharap proyek konstruksi tersebut dapat meningkatkan kenyamanan umat untuk beribadah sekaligus kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Secara terperinci, gedung parkir yang sedang dibangun akan memiliki 4 lantai luas total 55.201 meter persegi. Sesuai rencana, gedung parkir ini akan menampung 1.369 mobil, 61 bus sedang dan 5 bus besar.

Basuki mengatakan gedung parkir tersebut dapat mengatasi kepadatan jalan yang muncul pada saat upacara peribadatan atau pada masa puncak kedatangan wisatawan. Menurutnya, kemacetan yang terjadi pada akses menuju atau meninggalkan kawasan Pura Besakih dapat mencapai puluhan kilometer.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan metode yang akan digunakan dalam penataan Kawasan Suci Pura Besakih adalah design and build. Diana berujar masa konstruksi akan dimulai pada medio 2021 dan aan menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM).

Kawasan Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem berjarak sekitar 70 km dari Kota Denpasar. Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali merupakan pusat pelayanan spiritual utama umat Hindu terbesar di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

besakih Kementerian PUPR
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top