Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri ESDM Tegaskan Pengembangan PLTS Jadi Prioritas

Berdasarkan rancangan Grand Strategi Energi Nasional 2020-2035, pemerintah menargetkan tambahan pembangkit EBT sebesar 38 gigawatt dengan prioritas pengembangan PLTS yang diprioritaskan pada tiga segmen, yakni PLTS terapung, PLTS skala besar, dan PLTS atap.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  19:19 WIB
Pekerja membersihkan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/2/2021)./Antara - Ahmad Subaidi
Pekerja membersihkan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/2/2021)./Antara - Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan menjadi prioritas pemerintah dalam mengakselerasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Dia menuturkan saat ini negara-negara di dunia tengah fokus mencapai target net zero emission pada 2050. Akselerasi pemanfaatan PLTS menjadi salah satu pilihan untuk mencapai target tersebut lantaran biaya investasinya yang semakin murah.

"Berdasarkan rancangan Grand Strategi Energi Nasional 2020-2035, pemerintah menargetkan tambahan pembangkit EBT sebesar 38 gigawatt dengan prioritas pengembangan PLTS yang diprioritaskan pada tiga segmen, yakni PLTS terapung, PLTS skala besar, dan PLTS atap," ujarnya dalam acara pelantikan pengurus Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) periode 2021–2024 secara virtual, Jumat malam (21/5/2021).

Guna mendukung pengembangan PLTS, kata Arifin, pemerintah tengah memfinalisasi sejumlah regulasi, antara lain rancangan Peraturan Presiden EBT yang mengatur tentang tarif listrik baru dari EBT dan revisi Peraturan Menteri ESDM mengenai pemanfaatan PLTS atap.

Dia optimistis rancangan perpres dan revisi permen tersebut mampu menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan membuat harga EBT menjadi lebih kompetitif, serta dapat mengakselerasi pengembangan PLTS.

Dia menambahkan pemerintah terus berpacu dalam mengakselerasi pengembangan EBT, mengingat industri secara global telah menuju industri hijau yang menghasilkan produk-produk ramah lingkungan.

"Kita harus berpacu dengan ini. Kalau tidak, industri kita akan ketinggalan, kalah saing, kena diskriminasi. Ini dampak bergelombang ke hilir. Kami dan PLN sedang susun program pensiun untuk PLTU, diganti EBT, ini untuk merespons semua itu," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan plts
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top