Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah! Akan Ada Kota Mandiri Tukang Indonesia di Daerah Ini

Salah satu upaya Kementerian PUPR untuk mendukung pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia adalah insentif kepada pengembang berupa bantuan prasarana, sarana, dan utilitas. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  17:36 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. 

Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan bahwa rencana pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia secara tidak langsung akan membantu meningkatkan pembangunan hunian untuk masyarakat khususnya program sejuta rumah secara nasional. 

"Direktorat RUK akan berkoordinasi dengan PPDPP dan Dewan Pertukangan Nasional Perkasa untuk menilai sejauh mana kesiapan lokasi pembangunan serta informasi lebih detail mengenai target calon penerima bantuan perumahan dari Kementerian PUPR," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (21/5/2021). 

Salah satu upaya Kementerian PUPR untuk mendukung pembangunan Kota Mandiri Tukang Indonesia adalah insentif kepada pengembang berupa bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). 

Namun, untuk penyalurannya harus memenuni sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Fitrah menambahkan adanya sinergi program perumahan antara Kementerian PUPR dengan DPN Perkasa diharapkan bisa meningkatkan sinergi perumahan bagi MBR dan menambah nilai pelaksanaan program sejuta rumah.

"Untuk bantuan PSU setidaknya disalurkan apabila sudah ada sekitar 30 persen rumah terbangun. Bantuan yang dapat diberikan antara lain jalan lingkungan, saluran air, serta tempat penampungan sampah terpadu 3 R [reduce, reuse, recycle]," katanya.

Menurutnya, para tukang yang mendapatkan bantuan juga harus memenuhi syarat perbankan jika ingin mendapatkan bantuan pembiayaan rumah bersubsidi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertukangan Nasional M. Kuswandi menambahkan bahwa DPN tukang bangunan Indonesia telah dilantik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada tanggal 21 September 2019 lalu di Kementerian PUPR. 

"DPN tukang bangunan Indonesia memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tukang di Indonesia sekaligus menyukseskan program pembangunan infrastruktur dan perumahan di Indonesia," terangnya.

Saat ini, DPN tukang bangunan Indonesia telah memiliki cabang yakni 34 DPD yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan bangunan tukang
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top