Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ford & SK Innovation Pastikan Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Ford dan SK Innovation telah menandatangani nota kesepahaman untuk membuat usaha patungan, yang disebut BlueOvalSK, untuk memproduksi sekitar 60 GWh modul array dan sel baterai traksi mulai pertengahan dekade ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  10:08 WIB
Modul baterai kendaraan listrik yang akan dikembangkan Ford dan SK Innovation melalui usaha patungan. - ANTARA/Ford
Modul baterai kendaraan listrik yang akan dikembangkan Ford dan SK Innovation melalui usaha patungan. - ANTARA/Ford

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen mobil AS, Ford Motor, mengonfirmasi kerja sama barunya dengan perusahaan Korea Selatan, SK Innovation, untuk membentuk usaha patungan yang memproduksi sel baterai untuk kendaraan listrik.

"MoU [memorandum of understanding] ini baru permulaan, ini adalah bagian penting dari rencana kami untuk mengintegrasikan kapabilitas utama secara vertikal yang akan membedakan Ford jauh ke masa depan," kata Jim Farley, presiden dan CEO Ford, dikutip Jumat (21/5/2021).

Kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman untuk membuat usaha patunganyang disebut BlueOvalSKuntuk memproduksi sekitar 60 GWh modul array dan sel baterai traksi mulai pertengahan dekade ini.

"Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Ford, pembuat mobil terkemuka dan ikonik di Amerika. Ford adalah salah satu pemain paling aktif dalam elektrifikasi kendaraan saat ini. Kami bangga bisa membuka babak baru ini dalam sejarah panjang mereka," kata Kim Jun, CEO & Presiden SK Innovation.

Kim Jun mengatakan usaha patungan dengan Ford akan memainkan peran penting dalam menyempurnakan rantai nilai kendaraan listrik di Amerika Serikat, tujuan utama dari pemerintahan AS saat ini.

Sel dan susunan baterai generasi berikutnya akan digunakan untuk memberi daya pada beberapa kendaraan listrik baterai Ford masa depan.

Melalui usaha patungan, Ford dan SKI akan bersama-sama mengembangkan dan mengindustrialisasi sel baterai dalam skala yang disesuaikan untuk memberikan kinerja dan nilai optimal bagi pelanggan Ford dan Lincoln.

Rencana BEV (battery electric vehicle) global Ford membutuhkan setidaknya 240 gigawatt jam (GWh) kapasitas sel baterai pada tahun 2030kira-kira setara dengan kapasitas 10 pabrik. 

Sekitar 140 GWh akan dibutuhkan di Amerika Utara, dengan sisanya didedikasikan untuk wilayah utama lainnya, termasuk Eropa dan China.

"Produsen mobil global memuji baterai EV SK Innovations karena keamanan, kapasitas tinggi, dan umurnya yang panjang," kata Jee Dong-seob, Kepala Bisnis Baterai SK Innovation.

SK Innovation akan memasok baterai untuk truk pikap Ford F-150 legendaris dan terlaris versi elektrik.

SK Innovation telah memelopori pengembangan baterai EV ukuran sedang hingga besar sejak 1991 dan telah memperluas operasi baterai secara global sejak 2010. 

Perusahaan ini telah mengoperasikan pabrik baterai di Commerce, Georgia, ASmelayani dua OEM globaldan memperluas produksinya kapasitas di Uni Eropa dan China. SK Innovation berencana untuk menjadi salah satu dari tiga pemasok baterai EV teratas dunia pada tahun 2025 dengan kapasitas produksi global lebih dari 125 GWh.

Ford tahun ini mengumumkan komitmennya untuk menginvestasikan setidaknya US$22 miliar hingga 2025 untuk menghadirkan kendaraan listrik yang terhubung, yang dibangun di atas area kekuatannya, dimulai dengan versi EV dari papan nama yang paling populer--termasuk Mustang Mach-E, E-Transit dan F-150 Lightning.

Untuk mendukung rencana baterai jangka panjangnya, Ford berinvestasi dalam R&D baterai. Bulan lalu, Ford mengumumkan pusat keunggulan baterai global barubernama Ford Ion Parkuntuk mempercepat R&D teknologi baterai dan sel baterai, termasuk pembuatan baterai di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ford Baterai Mobil Listrik

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top