Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nah! Ini Rencana Pembentukan Joint Venture Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Indonesia Battery Corporation (IBC), akan membentuk lima hingga enam joint venture dalam mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik. Holding baterai akan mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  16:48 WIB
Nah! Ini Rencana Pembentukan Joint Venture Pabrik Baterai Kendaraan Listrik
Baterai untuk kendaraan listrik diproduksi di pabrik Dongguan, China, 20 September 2017. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahajana Wirakusumah mengungkapkan bahwa holding BUMN baterai, Indonesia Battery Corporation (IBC), akan membentuk lima hingga enam joint venture dalam mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik.

Agus memaparkan holding baterai akan mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Rantai nilai baterai tersebut meliputi tambang bijih nikel, pabrik smelter MHP Ni dan Co Sulphate, pabrik prekusor baterai, pabrik katoda, pabrik cell dan pack.

Dari tiap rantai nilai tersebut akan dibentuk joint venture antara anggota IBC dengan potensial konsorsium partner. Adapun empat BUMN yang tergabung dalam IBC antara lain Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

"Nanti dari nikel ore ke sulfat satu pabrik, satu joint venture. Masuk ke baterai prekursor satu joint venture, masuk ke katoda satu joint venture, ke cell satu joint venture, ke pack satu joint venture. Ini nanti akan banyak buat joint venture, paling tidak lima atau enam," ujar Agus dalam sebuah diskusi, Kamis (20/5/2021).

Dia mengatakan bahwa pihaknya sejak tahun lalu telah menjajaki 11 perusahaan global yang bergerak di bidang baterai untuk menjadi mitra IBC dalam proyek senilai US$17 miliar tersebut. Dari 11 perusahaan tersebut, ada sejumlah perusahaan yang hingga saat ini intens melakukan pembicaraan dengan IBC untuk menjadi mitra.

"Alhamdulillah ada yang mau, yang saat ini kami bicara intens untuk tentukan bagaimana strategi dan share masing-masing," kata Agus.

Menurut catatan Bisnis, hingga saat ini calon mitra terkuat yang telah menunjukkan komitmennya antara lain Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan konsorsium LG dari Korea Selatan yang terdiri atas LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.

Dalam peta jalan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, rencananya akan dibangun smelter HPAL oleh Antam, serta pabrik prekursor dan katoda oleh PT Pertamina (Persero) dan MIND ID yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2024. Sedangkan pabrik cell to pack oleh Pertamina dan PT PLN (Persero) direncanakan mulai beroperasi pada 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

joint venture holding Baterai Mobil Listrik
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top