Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi Ekonomi RI 2021 Dipangkas, Indef Beberkan 2 Faktor Penyebabnya

Pemangkasan proyeksi Morgan Stanley tersebut berkaitan dengan pertimbangan pada faktor vaksinasi dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 setelah libur lebaran.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  22:47 WIB
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Morgan Stanley merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk sepanang 2021 menjadi 4,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari 6,2 persen sebelumnya.

Menurut Ekonom Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, pemangkasan proyeksi tersebut berkaitan dengan pertimbangan pada faktor vaksinasi dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 setelah libur lebaran.

“Proyeksi Morgan Stanley sepertinya mempertimbangkan faktor vaksinasi dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran sehingga konsumsi yang menjadi andalan pemulihan ekonomi bisa terkoreksi,” jelas Bhima kepada Bisnis, Selasa (18/5/2021).

Terlebih, Bhima menilai pertumbuhan di kuartal III/2021 akan menjadi penentu, tidak ada faktor musiman yang dapat mendorong konsumsi lebih tinggi.

Selain itu, ekspor yang masih didominasi oleh ekspor komoditas cenderung membaik. Meski demikian, Bhima mengingatkan ekpsor komoditas memiliki nilai tambah yang kecil. Sementara, kondisi di India misalnya, memiliki potensi berdampak pada penurunan harga CPO karena lonjakan kasus positif Covid-19.

Tidak hanya itu, dia juga menilai pemulihan ekonomi bergantung pada seberapa kuat stimulus fiskal membantu sektor yang masih terpuruk seperti pariwisata dan transportasi. “Sejauh ini realisasi PEN masih belum optimal atau dibawah 20 persen hingga April 2021, dengan kecenderungan Pemda menahan serapan anggaran di bank daerah,” pungkasnya.

Adapun, Morgan Stanley tidak hanya merevisi proyeksi pertutmbuhan ekonomi di Indonesia. Proyeksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN juga dipangkas menjadi 5,4 persen, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh sebesar 7,4 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

morgan stanley indef pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top