Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Warga di Sekitar KIT Batang Disarankan Tidak Jual Tanah, kecuali ...

KIT Batang yang berlokasi di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, menempati tanah milik PTPN IX seluas 4.500 hektare.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  16:12 WIB
Warga di Sekitar KIT Batang Disarankan Tidak Jual Tanah, kecuali ...
Pembangunan Kawasan Industri Batang di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah./Antara - Harviyan Perdana Putra
Bagikan

Bisnis.com, BATANG — Bupati Batang Wihaji mengingatkan agar warga yang memiliki tanah yang berada di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City tidak menjual tanah mereka pada orang lain, kecuali ber-KTP Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Warga harus sabar meski ujiannya agak lumayan karena harga tanahnya sudah mahal. Akan tetapi, jika bisa [warga] jangan sampai menjual tanahnya karena nantinya akan tersingkir," kata Bupati Batang Wihaji, Selasa (18/5/2021).

Menurut dia, warga yang menjual tanahnya akan tersingkir dan lahannya akan dikuasai oleh orang yang memiliki uang banyak untuk membuka usaha di sekitar KIT Batang.

Pemkab, kata dia, tidak mengajari warga ego sektoral karena nantinya dikhawatirkan yang memiliki usaha di dekat kawasan industri orang dari luar daerah Batang.

"Karena itu, saya akan bikin aturan agar yang beli tanah harus memiliki kartu tanda penduduk Batang. Hal seperti itu ada di Bali," kata Wihaji.

Dia mengatakan perkembangan perekonomian di wilayah Kecamatan Gringsing atau sekitar KIT Batang akan ada percepatan sehingga apabila warga menjual tanahnya maka nantinya mereka hanya akan menjadi penonton.

KIT Batang yang berlokasi di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, menempati tanah milik PTPN IX seluas 4.500 hektare.

"Namun untuk saat ini yang sudah resmi berinvestasi di KIT Batang yaitu KCC Glass Corporation asal Korea Selatan  senilai Rp5 triliun," katanya.

Wihaji menambahkan investor asal Negeri Gingseng tersebut akan menempati tanah seluas 47 hektare yang rencana ground breaking dilaksanakan Kamis (20/5/2021) serta akan menyerap menyerap tenaga kerja sekitar 1.500 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lahan Kawasan Industri Batang

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top