Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran, Harga Bahan Pangan Ini Jadi Perhatian Kemendag

Kemendag melakukan pemantauan harga sejumlah bahan pangan yang menjadi perhatian saat Lebaran.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  14:59 WIB
Ilustras - Seorang pegawai Perum Bulog Wilayah Sumatra Barat memperlihatkan stok beras yang tersedia di Gudang Ampalu Bypass Padang, yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga momen Ramadhan 2021 nanti, Senin (1/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra
Ilustras - Seorang pegawai Perum Bulog Wilayah Sumatra Barat memperlihatkan stok beras yang tersedia di Gudang Ampalu Bypass Padang, yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga momen Ramadhan 2021 nanti, Senin (1/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan utama masuk daftar pantauan Kementerian Perdagangan seiring berakhirnya musim Ramadan dan Lebaran. Pasokan dan stabilitas harga komoditas ini menjadi perhatian meski harganya cenderung stabil.

Beras menjadi salah satu komoditas yang diperhatikan. Laporan perkembangan harga dan stok indikatif barang kebutuhan pokok Kementerian Perdagangan per 11 Mei 2021 memperlihatkan bahwa stok beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 1,38 juta ton yang terdiri atas 1,26 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan 17.449 ton beras komersial. Stok ini diyakini mencukupi kebutuhan operasi pasar selama 17,2 bulan.

Meski demikian, pemerintah juga menyiapkan antisipasi situasi perberasan. Di antaranya lewat persiapan tambahan pasokan untuk penguatan stok pemerintah dan peningkatan efektivitas intervensi  operasi pasar. Kementerian Perdagangan telah menyurati Perum Bulog untuk melaksanakan operasi pasar beras medium di pasar rakyat dan toko modern sepanjang 2021.

Gula pasir menjadi komoditas selanjutnya yang terus dipantau ketersediaan dan pasokannya. Sejauh ini, jumlah impor gula mentah untuk gula kristal putih (GKP) per 11 Mei 2021 mencapai 617.000 ton atau 90,74 persen dari alokasi yang diberikan. Dari jumlah tersebut, 416.883 ton telah diolah menjadi GKP dan 322.157 ton telah didistribusi.

Sementara itu, realisasi impor 150.000 ton GKP siap konsumsi telah terealisasi 100 persen. Namun jumlah yang didistribusi baru mencapai 9.510 ton. Di sisi lain, harga gula di beberapa daerah terpantau masih berada di atas harga acuan Rp12.500 per kilogram, terutama di wilayah Indonesia Timur.

"Telah dilakukan rapat bersama produsen dan dinas provinsi yang membidangi perdagangan untuk mengevaluasi penyaluran gula ke wilayah penugasan. Penyaluran GKP ex-raw sugar hanya ke wilayah penugasan," tulis Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dalam laporannya.

Selain beras dan gula pasir, komoditas yang juga terus menjadi perhatian adalah kedelai. Tren harga secara global untuk kedelai masih melanjutkan kenaikan sehingga berdampak ke harga di dalam negeri.

Kemendag juga melaporkan adanya tren kenaikan harga cabai dalam seminggu terakhir. Serta harga telur yang cenderung naik akibat makin tingginya harga pokok produksi sebagai imbas dari kenaikan harga pakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag bahan pokok
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top