Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TERPOPULER EKONOMI: ZBRA Rombak Direksi dan Komisaris, Sri Mulyani Didesak Revisi THR ASN

Berikut 5 berita terpopuler di Bisnis.com untuk kanal ekonomi, market, dan finansial hingga Sabtu (8/5/2021).
(ki-ka) Direktur Zebra Nusantara Yogi Wibawa, Komisaris DNR Gary Tanoesoedibjo, Kuasa Direksi Zebra Nusantara dan Dirut DNR Rudy Tanoesoedibjo, Perwakilan Manajemen THC Anton Tombeng, dan Perwakilan Manajemen DNR Paulus Lo dalam Paparan Publik Insidentil PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), Selasa (13/4/2021)/Istimewa
(ki-ka) Direktur Zebra Nusantara Yogi Wibawa, Komisaris DNR Gary Tanoesoedibjo, Kuasa Direksi Zebra Nusantara dan Dirut DNR Rudy Tanoesoedibjo, Perwakilan Manajemen THC Anton Tombeng, dan Perwakilan Manajemen DNR Paulus Lo dalam Paparan Publik Insidentil PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), Selasa (13/4/2021)/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Berita tentang aksi PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (7/5/2021) menjadi berita terpopuler di Bisnis.com.

Selain itu, ekonom Kebijakan Publik menyarankan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk merivisi kebijakan THR terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai sipil lainnya.

Berikut 5 berita terpopuler di Bisnis.com untuk kanal ekonomi, market, dan finansial:

1. ZBRA Rombak Direksi dan Komisaris
PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (7/5/2021).

Pada kursi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen adalah Robert Pakpahan. Sebelumnya Robert pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Pada dua kursi komisaris ZBRA diisi oleh Julie Tanoesoedibjo dan Komjen.Pol. (Purn) Dwi Priyatno. Sementara itu, posisi Presiden Direktur diisi oleh Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe yang merupakan kakak Harry Tanoesoedibjo.

2. Kinerja Kuartal I/2021 PT Timah (TINS)
PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal I/2021. Kendati demikian, catatan bottom line perseroan malah membaik.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2021, TINS mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,44 triliun atau turun sekitar 45 persen dibandingkan dengan kuartal I/2020 sebesar Rp4,42 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan kuartal I/2021 sebesar Rp10 miliar, naik signifikan dibandingkan kuartal I/2020 minus sebesar Rp413 miliar. Profitabilitas TINS terus membaik yang nampak dari gross profit margin (GPM) sebesar 13,21 persen dan net profit margin (NPM) sebesar 0,42 persen.

3. Sri Mulyani Didesak Revisi Kebijakan THR untuk ASN
Para ekonom dalam dikusi Narasi Institute Zoominari Kebijakan Publik menyarankan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, untuk merevisi kebijakan THR terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai sipil lainnya.

Guru Besar Ekonomi dari IPB Didin S. Damanhuri berpendapat bahwa pemerintah seharusnya fokus pada pemulihan sisi demand daripada sisi supply. Karenanya, pemberian THR secara penuh dapat memperbaiki daya beli masyarakat.

4. Harga Rumah Merosot, Penjualan Properti Anyep
Harga properti terutama hunian merosot selama tiga kuartal terakhir. Di sisi lain, jumlah properti yang tidak terjual semakin banyak, menurut Rumah.com. Meski demikian, pasar properti nasional diperkirakan masih tetap stabil sepanjang 2021.

Rumah.com mencatat harga hunian dalam tiga kuartal terakhir menurun di tengah kenaikan pasokan properti. Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan temuan utama Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal II/2021 yang menunjukkan terjadi penurunan indeks harga properti disertai kenaikan indeks suplai secara nasional pada kuartal I/2021.

5. Cadangan Devisa RI Tertinggi Sepanjang Sejarah
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada April 2021 tercatat sebesar US$138,8 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan posisi ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 yang tercatat sebesar US$137,1 miliar. Kenaikan cadangan devisa didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper