Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Milenial Lebih Tertarik Membeli Rumah Ketimbang Apartemen?

Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Adapun rentan umur milenial tersebut berkisar antara 25 hingga 41 tahun.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Mei 2021  |  20:53 WIB
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan milenial disebut lebih tertarik membeli rumah daripada apartemen  
 
Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Adapun rentan umur milenial tersebut berkisar antara 25 hingga 41 tahun.    
 
Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman mengatakan banyaknya milenial yang tertarik untuk membeli rumah dikarenakan tinggal di rumah tapak dianggap lebih aman daripada apartemen. 
 
Selain itu, luas rumah yang lebih besar daripada unit apartemen menjadi salah satu faktor pemicu mengapa mereka lebih tertarik untuk membeli rumah.     
 
“Meski begitu, kami melihat adanya peningkatan permintaan apartemen sebesar lebih dari 140 persen pada awal tahun 2021, dibandingkan dengan awal 2019,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (8/5/2021).
 
Menurutnya, saat ini sebenarnya merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti karena pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk mendorong minat seseorang untuk membeli hunian. 
 
Adapun stimulus tersebut pelonggaran Loan to Value (LTV) hingga 100 persen dan insentif PPN. Dengan adanya aturan ini setiap konsumen bisa membeli rumah tanpa down payment (DP) dan kemudian ada juga pemberian insentif potongan PPN untuk rumah ready stock dengan harga maksimal Rp5 miliar. 
 
“Pemerintah saat ini juga telah melarang masyarakat untuk bepergian mudik. Nah, budget yang biasanya digunakan untuk perjalanan pulang kampung bisa dialihkan untuk membeli rumah minimal untuk pembayaran uang DP,” tuturnya. 
 
Lamudi.co.id sendiri saat ini telah resmi menempati kantor baru di Capital Place, Jakarta. Rumah baru ini dapat menampung sekitar 450 orang yang terbagi menjadi tiga lantai, yakni 43, 50, dan 51. Kantor baru tersebut memiliki kapasitas 4 kali lebih besar dari tempat sebelumnya yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. 
 
Menurut Mart, alasan pihaknya untuk pindah kantor karena tingginya pertumbuhan tim serta untuk memfasilitasi target perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat posisi Lamudi.co.id di industri teknologi properti.
 
“Ini merupakan langkah strategis sekaligus bentuk keseriusan kami untuk menggarap pasar properti di Indonesia,” kata Mart. 
 
Meski tahun 2020 merupakan tahun yang menantang, ia menyampaikan bahwa perusahaan berhasil terus bertumbuh. Kantor baru Lamudi.co.id menjadi penanda keyakinan perusahaan akan potensi pertumbuhan di tahun-tahun yang akan datang.
 
“Tahun 2020 sangat menantang, tapi kami berhasil melaluinya bersama tanpa ada pemutusan hubungan kerja dan justru tim kami bertumbuh sebanyak 50 persen. Pada Mei 2020, kami juga resmi bergabung dengan Emerging Markets Property Group. Dengan dukungan pengalaman, teknologi, serta pendanaan dari mereka, kami yakin dapat tumbuh lebih pesat lagi. Tahun ini kami fokus untuk mengembangkan Lamudi.co.id menjadi lebih besar lagi dan mencari talenta-talenta terbaik untuk bergabung dengan kami. Karena itulah kami butuh rumah yang lebih besar,” ucap Mart.
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top