Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Domestik Pulih, Industri Alat Berat Jaga Porsi Ekspor

Industri berat akan tetap menjaga porsi ekspor kendati permintaan domestik mulai pulih dengan kapasitas produksi total mencapai 9.000 unit.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  01:45 WIB
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA — Industri alat berat memastikan akan menjaga porsi ekspor mengingat permintaan di dalam negeri yang mulai pulih.

Sebagai gambaran, Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) mencatat tahun lalu produksi alat berat ditutup pada level 3.427 unit atau lebih rendah 43 persen dari produksi 2019 yang sebesar 6.060 unit.

Adapun sepanjang kuartal I/2021 ini, Hinabi mencatat produksi alat berat sudah mencapai level 1.417 dan diproyeksi akan mencapai level 6.000-7.000 unit.

Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) Jamaludin mengatakan saat ini kapasitas produksi total mencapai 9.000 unit. Secara porsi sejauh ini 60 persen untuk memenuhi permintaan dalam negeri dan 40 persen untuk ekspor.

"Jadi biasanya kalau 6.000 unit untuk domestik dengan kapasitas total 9.000 unit sisanya untuk ekspor. Tahun lalu dari ekspor cukup membantu tetapi tahun ini domestik sudah naik," katanya kepada Bisnis.com, Senin (4/5/2021).

Jamaludin mengemukakan permintaan ekspor alat berat buatan industri dalam negeri biasanya datang dari Thailand, Malaysia, dan komponenya sudah sampai Brazil hingga berbagai belahan dunia.

Meski demikian, Jamaludin menyebut di dalam negeri pihaknya masih meminta pemerintah melakukan pengawasan yang ketak pada kebijakan yang sudah dirumuskan.

"Kebijakan sudah selalu baik, tetapi yang kami minta pengawasan saja diperketat. Seperti TKDN, yang tidak memenuhi seharusnya segera ditindak," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top