Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jokowi Sentil Pemda Gara-gara Dana Rp182 Triliun Nganggur di Bank

Jokowi menyoroti APBD sebesar Rp182 triliun yang masih tersimpan di bank dan belum dibelanjakan oleh Pemda.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  14:59 WIB
Jokowi Sentil Pemda Gara-gara Dana Rp182 Triliun Nganggur di Bank
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sebesar Rp182 triliun yang masih tersimpan di bank dan belum dibelanjakan.

Jokowi pun memerintahkan pemerintah daerah segera membelanjakan anggaran yang ada. Upaya ini menurutnya mampu memperbesar sisi permintaan maupun konsumsi di masyarakat.

"Kemarin sudah diingatkan di akhir Maret 2021 di perbankan masih ada ada uang APBD provinsi, kabupaten dan kota Rp182 triliun yang seharusnya itu segera dibelanjakan," kata Jokowi saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan nasional di Istana Negara, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, pemerintah mendorong agar industri mulai bangkit untuk meningkatkan sisi suplai di tingkat domestik. Kendati demikian, Presiden mengingatkan agar penerapan protokol Covid-19 tetap diperketat.

Sementara itu, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dalam rencana kerja tahun 2022.

Kepala Negara mengatakan bahwa fondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Sebab itu, pemerintah masih mengusung pemulihan ekonomi.

“Rencana Kerja Pemerintah di tahun 2022, tahun depan ini, masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” ujarnya.

Pada sisi reformasi struktural, jajarannya diminta memanfaatkan penetapan UU Cipta Kerja. Semua kementerian lembaga dan Pemda diminta bersinergi melaksanakan dan memanfaatkan aturan ini.

“Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi apbd pemda
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top