Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Sentil Pemda Gara-gara Dana Rp182 Triliun Nganggur di Bank

Jokowi menyoroti APBD sebesar Rp182 triliun yang masih tersimpan di bank dan belum dibelanjakan oleh Pemda.
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 - Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 - Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sebesar Rp182 triliun yang masih tersimpan di bank dan belum dibelanjakan.

Jokowi pun memerintahkan pemerintah daerah segera membelanjakan anggaran yang ada. Upaya ini menurutnya mampu memperbesar sisi permintaan maupun konsumsi di masyarakat.

"Kemarin sudah diingatkan di akhir Maret 2021 di perbankan masih ada ada uang APBD provinsi, kabupaten dan kota Rp182 triliun yang seharusnya itu segera dibelanjakan," kata Jokowi saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan nasional di Istana Negara, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, pemerintah mendorong agar industri mulai bangkit untuk meningkatkan sisi suplai di tingkat domestik. Kendati demikian, Presiden mengingatkan agar penerapan protokol Covid-19 tetap diperketat.

Sementara itu, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dalam rencana kerja tahun 2022.

Kepala Negara mengatakan bahwa fondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Sebab itu, pemerintah masih mengusung pemulihan ekonomi.

“Rencana Kerja Pemerintah di tahun 2022, tahun depan ini, masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” ujarnya.

Pada sisi reformasi struktural, jajarannya diminta memanfaatkan penetapan UU Cipta Kerja. Semua kementerian lembaga dan Pemda diminta bersinergi melaksanakan dan memanfaatkan aturan ini.

“Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rayful Mudassir

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper