Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebangkitan Hong Kong dari Resesi Masih Dibayangi Pandemi

Pemulihan Hong Kong diproyeksi akan sebanding dengan yang terjadi di China daratan, yang melaporkan rekor lonjakan PDB year-on-year sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  14:45 WIB
Gedung di Hong Kong
Gedung di Hong Kong

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Hong Kong diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang besar pada kuartal pertama tahun ini. Namun, pandemi Covid-19 masih akan menjadi rintangan di jalan menuju pemulihan.

Sekretaris Keuangan Paul Chan Mo-po mengatakan karena ada peningkatan bertahap di segmen seperti ekspor dan investasi, Hong Kong akan mengalami pertumbuhan yang cukup besar pada kuartal pertama 2021.

Dia juga mengimbau warga Hong Kong untuk secara aktif mengikuti program vaksinasi pemerintah, yang bertujuan membantu pemulihan ekonomi kota.

Pada Kamis pekan lalu, pemerintah meluncurkan skema 'gelembung vaksin' mengizinkan ruang pesta, klub malam, karaoke, pemandian dan bar untuk akhirnya dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan.

Namun, semua staf dan pelanggan harus sudah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, dengan tamu diharuskan menggunakan aplikasi pemaparan risiko dari pemerintah.

Chan mencatat bahwa sejak 2019, Hong Kong telah mengalami salah satu resesi terpanjang dengan kontraksi ekonomi enam kuartal berturut-turut.

Menurut Departemen Sensus dan Statistik, produk domestik bruto turun 2,8 persen pada kuartal ketiga 2019 secara year-on-year dan 3 persen pada kuartal keempat. Pada 2020, PDB turun 9,1 persen pada kuartal pertama, 9 persen di kuartal kedua, 3,6 persen pada kuartal ketiga dan 3 persen pada kuartal keempat.

"Selama periode ini, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 6 sampai 10 persen, sebagian mengimbangi kontraksi pengeluaran konsumsi swasta dan memainkan peran pendukung," tulis Chan dalam postingan blog resminya, dilansir South China Morning Post, Senin (3/5/2021).

Chan telah memperkirakan pada Februari bahwa ekonomi akan tumbuh 3,5 hingga 5,5 persen tahun ini. Adapun, rilis PDB kuartal pertama akan diumumkan pada sore ini di Hong Kong.

Sementara itu, kontraksi ekonomi 6,1 persen tahun lalu adalah penurunan tahunan tertajam yang pernah tercatat, sementara penurunan 1,2 persen pada 2019 adalah pertama kalinya PDB menyusut sejak 2009.

Ekonom Universitas China Terence Chong Tai-leung memperkirakan pertumbuhan dua digit untuk kuartal pertama. Dia mencatat banyak industri utama Hong Kong yang pulih, sementara sektor keuangan, salah satu yang paling menonjol di kota itu, bahkan mengalami pertumbuhan positif selama pandemi.

"Bagian utama dari [ekonomi] Hong Kong sebenarnya bangkit kembali. Jadi saya kira kita mungkin mengalami pertumbuhan dua digit pada kuartal pertama tahun ini," katanya.

Chong mengatakan dia memperkirakan pemulihan kota ini akan sebanding dengan yang terjadi di China daratan, yang melaporkan rekor lonjakan PDB year-on-year sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama.

Namun demikian, Ekonom Greater China di ING Bank Iris Pang memperkirakan kenaikan yang lebih rendah sekitar 5 persen. Merunjuk pada kesenjangan kekayaan kota yang besar, Pang mengatakan dia juga mengharapkan investasi aset akan kembali, dengan pembeli yang lebih kaya memanfaatkan pandemi untuk membeli properti dengan harga lebih rendah.

Dia juga mengharapkan industri katering akan tumbuh positif jika lebih banyak orang yang mau divaksinasi.

"Jika katering kembali lagi maka kita akan melihat lebih banyak penjualan di pusat perbelanjaan. Namun ini berdasarkan asumsi bahwa banyak orang Hong Kong akan mendapat suntikan," katanya.

Namun, Chan juga memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi mungkin tidak seimbang di tengah langkah-langkah pandemi dan jarak sosial.

"Operasi beberapa industri masih tertekan sehingga pemulihan ekonomi tidak merata," ujarnya.

Chan mengatakan berbagai langkah dukungan akan segera dilaksanakan setelah anggaran, yang dikenal sebagai RUU Peruntukan 2021, disahkan oleh Dewan Legislatif beberapa hari lalu.

Ini termasuk “Skema Jaminan Pinjaman Pribadi 100 persen”, di mana pemerintah bertujuan untuk memberikan opsi pembiayaan tambahan bagi mereka yang terkena dampak kurangnya pendapatan selama pandemi. Sejak skema tersebut diluncurkan pada Rabu pekan lalu, sekitar 7.000 pengajuan pinjaman telah diterima dalam tiga hari pertama.

Skema voucher digital, di mana penduduk dapat menerima kupon 5.000 dolar Hong Kong, juga akan diluncurkan untuk meningkatkan belanja lokal.

Sementara Chan mengatakan situasi Covid-19 lokal umumnya terkendali, masih ada kekhawatiran varian virus yang menyebar di komunitas, yang dapat menyebabkan lonjakan kasus.

"Situasi pandemi di masing-masing negara di luar negeri sangat mengkhawatirkan, dan upaya pencegahan ketat [kasus impor] bahkan lebih penting," lanjutnya.

Chan menegaskan kembali bahwa menstabilkan situasi sesegera mungkin adalah tugas terpenting untuk mendorong pemulihan ekonomi secara penuh, dan meminta penduduk untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya vaksinasi.

Di bawah skema gelembung vaksin, pemerintah juga telah melonggarkan langkah-langkah agar tur lokal dapat dilanjutkan, dengan syarat staf harus menerima setidaknya satu suntikan vaksin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi hong kong
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top