Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hong Kong Akan Longgarkan Aturan Perjalanan, Saham Peritel Melonjak

Sejumlah sektor mulai dari asuransi hingga perusahaan kosmetik diperkirakan mendapat manfaat utama setelah pemerintah mempertimbangkan pembukaan kembali pos pemeriksaan dengan China yang ditutup setahun lalu karena Covid-19.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 April 2021  |  14:12 WIB
Warga Hong Kong membawa tas belanja dari sebuah department store ternama di Hong Kong, China, Sabtu (30/5/2020). - Bloomberg/Ivan Abreu
Warga Hong Kong membawa tas belanja dari sebuah department store ternama di Hong Kong, China, Sabtu (30/5/2020). - Bloomberg/Ivan Abreu

Bisnis.com, JAKARTA – Saham sejumlah perusahaan di ritel Hong Kong yang bergantung pada pariwisata menguat pada Selasa (13/4/2021) setelah pemerintah mengatakan akan melonggarkan pembatasan perjalanan dari China mulai akhir April 2021.

Sejumlah sektor mulai dari asuransi hingga perusahaan kosmetik diperkirakan mendapat manfaat utama karena pemerintah mempertimbangkan pembukaan kembali pos pemeriksaan dengan China yang ditutup setahun lalu karena Covid-19.

Saham emiten ritel kecantikan Sa Sa International Holdings Ltd. sempat melonjak 9,9 persen. Perusahaan perhiasan Chow Sang Sang Holdings International Ltd. dan Emperor Watch & Jewellery Ltd. naik lebih dari 7,6 persen.

Sementara itu, saham AIA Group Ltd. melonjak sebanyak 4,3 persen di tengah ekspektasi kembalinya klien menyusul dibukanya perbatasan.

Dalam catatannya, Citigroup mengatakan rencana Hong Kong ini merupakan langkah yang bbesar dan akan menghidupkan kembali bisnis AIA di Hong Kong. Perusahaan asuransi tersebut adalah saham tertimbang terbesar di indeks Hang Seng.

Optimisme tersebut muncul setelah pemerintah Hong Kong mengatakan pada hari Senin akan memperluas akses untuk lebih banyak pengunjung dari China, termasuk membebaskan pengunjung non-residen dari karantina mulai Mei.

Kebijakan ini tersebut menjadi kunci untuk membuka kembali Hong Kong dan meningkatkan ekonomi yang kekurangan wisatawan. Jumlah wisatawan Hong Kong memiliki selama bulan Februari 2021 anjlok sekitar 97 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

“Tindakan terbaru pemerintah membuat orang lebih berharap bahwa ekonomi kota akan menjadi lebih baik setelah lebih dari setahun berjuang melawan pandemi,” kata kepala penelitian di Core Pacific-Yamaichi International Hong Kong Ltd. Castor Pang, seperti dikutip Bloomberg.

“Kami tidak tahu kapan perbatasan akhirnya akan terbuka sepenuhnya. Tapi setidaknya orang sekarang lebih optimis,” lanjut Pang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong bursa hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top