Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hampir Seluruh Bendungan Baru Rampung pada Semester II/2021

Kementerian PUPR menjadwalkan akan ada 13 bendungan yang rampung pada tahun ini yang menambah kapasitas tampung bendungan nasional menjadi 1,82 miliar meter kubik.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  18:37 WIB
Bendungan Napungete di NTT.  - Kementerian PUPR
Bendungan Napungete di NTT. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan sebagaian besar konstruksi bendungan yang dijadwalkan rampung tahun ini akan terjadi pada semester II/2021.

Kementerian itu menjadwalkan akan ada 13 bendungan yang rampung pada tahun ini yang menambah kapasitas tampung bendungan nasional menjadi 1,82 miliar meter kubik. Saat ini, setidaknya ada empat bendungan dengan perkembangan konstruksi di kisaran 90 persen, yakni Bendungan Way Sekampung (92,99 persen), Kuningan (94,68 persen), Bendo (92,37 persen), dan Karalloe (93,95 persen).

"Pada semester I/2021 tidak ada lagi [bendungan yang akan selesai], di semester II/2021 semua. Impounding [juga] di semester II/2021 mungkin," kata Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono kepada Bisnis, Senin (3/5/2021).

Ketiga belas bendungan yang dijadwalkan rampung pada tahun ini adalah Bendungan Paselloreng, Ladongi, Margatiga, Pidekso, Tugu, Ciawi, Sukamahi, Bintang Bano, Bendo, Gonseng, Way Sekampung, Karalloe, dan Kuningan.

Adapun, konstruksi Bendungan Paseloreng saat ini telah rampung. Namun, bendungan tersebut belum melakukan proses pengisian air atau impounding karena masalah pembebasan lahan di wilayah genangan.

Alhasil, Bendungan Paselloreng belum diresmikan sampai saat ini walau konstruksinya telah rampung pada Desember 2020. Bendungan yang dibangun sejak 2015 tersebut telah menelan anggaran sekitar Rp753,4 miliar dan memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik.

Selesainya konstruksi Bendungan Paselloreng membuat rata-rata perkembangan konstruksi 13 bendungan yang dijadwalkan rampung tahun ini mencapa 87,93 persen. Bendungan dengan perkembangan konstruksi terendah dimiliki oleh Bendungan Margatiga atau di level 67,36 persen.

Secara total, pemerintah sedang membangun 44 bendungan yang terdiri atas 43 bendungan on-going dan 1 bendungan baru. Angka tersebut lebih rendah dari yang dicanangkan pada awal 2021, yakni sebanyak 48 bendungan yang terdiri atas 43 bendungan on-going dan 5 bendungan baru.

Lima bendungan baru yang seharusnya dibangun tahun ini adalah Bendungan Mbay, Cibeet, Cijurei, Batu Lepek, dan Jenelata. Adapun, pendanaan bendungan yang berasal dari rupiah murni adalah Bendungan Mbay, Cibeet, Cijurei, dan Batu Lepek, sedangkan pendanaan konstruksi Bendungan Jenelata berasal dari pinjaman luar negeri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko optimistis pihaknya dapat mencapai target pembanguann bendungan sebanyak 75 unit dengan total kapasitas 6,5 miliar meter kubik hingga 2024. Adapun, saat ini total bendungan di dalam negeri baru mencapai sekitar 18 unit dengan total kapasitas 1,18 miliar meter kubik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top