Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serapan Tenaga Kerja Dibidik Tumbuh 13 Persen, Ini Tantangannya

Sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional, terdapat sejumlah langkah yang sudah disusun untuk memulihkan pasar kerja Tanah Air. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 29 April 2021  |  15:11 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.  - Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. - Kemnaker

Bisnis.com, JAKARTATarget pemerintah yang membidik pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 13 persen tahun ini berhadapan dengan sejumlah tantangan.

Adapun, terdapat 3 tantangan yang dihadapi sektor ketenagakerjaan pada masa pemulihan ini setidaknya antara lain: pertama, mengurangi penduduk usia kerja yang menganggur dan sementara tidak bekerja akibat pandemi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah kedua kelompok tersebut mencapai 4,3 juta orang. Pemerintah dalam hal ini berupaya untuk melakukan perluasan kesempatan kerja melalui berbagai program penciptaan wirausaha maupun padat karya agar masyarakat masih bisa dapat bekerja dan meraup penghasilan.

Kedua, pergeseran pekerja formal menjadi pekerja informal formal akibat adanya pandemi. Data hasil survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Agustus 2020 menunjukkan porsi pekerja formal menurun menjadi 39,53 persen.

"Sementara jumlah pekerja di sektor informal meningkat menjadi 60,47 persen," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kamis (29/4/2021).

Pemerintah berharap dalam pembaruan data Sakernas pada Februari 2021, porsi pekerja formal perlahan dapat kembali meningkat seiring dengan membaiknya perbaikan sektor dan jenis usaha formal yang tahun kemarin sangat terdampak pandemi.

Sementara untuk pekerja informal, pemerintah mulai menggencarkan jaminan sosial agar pekerja informal dapat terproteksi kesejahteraan sosialnya.

Ketiga, peningkatan kompetensi angkatan kerja. Sebagaimana diketahui profil angkatan kerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan dengan tingkat pendidikan rendah.

Penduduk yang bekerja, kata Ida, rata-rata lulusan SMP ke bawah. Di sisi lain, lulusan SMA/SMK banyak yang berstatus pengangguran. Hal yang sama terjadi juga kepada lulusan perguruan tinggi.

"Oleh sebab itu, pemerintah tetap gencar melakukan program pelatihan berbasis kompetensi melalui BLK-BLK di tingkat pusat sampai daerah, serta didukung adanya program Kartu Prakerja," jelasnya.

Sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional, terdapat sejumlah langkah yang sudah disusun untuk memulihkan pasar kerja Tanah Air. 

Pertama, pemerintah menciptakan kesempatan kerja bersamaan dengan upaya statregi pembangunan sumber daya manusia (SDM); kedua, peningkatan keahlian tenaga kerja.

Ketiga, penguatan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kesehatan dan ketenagakerjaan yang komprehensif dan terintegrasi.

Keempat, penguatan sistem perlindungan sosial yang adaptif. Kelima; fasilitasi rehiring dan retraining tenaga kerja; keenam, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi difokuskan kepada peningkatan keahlian tenaga kerja yang mendukung industri 4.0.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyerapan tenaga kerja Kemenaker KPCPEN
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top