Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ant Group Bantah Isu Jack Ma Mau Jual Sahamnya

Perusahaan tersebut mengatakan divestasi saham Ma di Ant Group tidak pernah menjadi subjek diskusi dengan siapa pun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 April 2021  |  13:07 WIB
Salah satu karyawan di kantor Ant Group - Bloomberg
Salah satu karyawan di kantor Ant Group - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ant Group membantah laporan bahwa perusahaan teknologi dan keuangan China itu sedang menjajaki cara bagi pendirinya, Jack Ma untuk menjual saham dan menyerahkan kendali sebagai cara untuk mengurangi tekanan dari regulator negara.

Dilansir Bloomberg, Minggu (18/4/2021), menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, pejabat dari People’s Bank of China (PBOC) dan China Banking and Insurance Regulatory Commission mengadakan pembicaraan dengan Ma dan Ant secara terpisah antara Januari dan Maret, di mana kemungkinan keluarnya Ma dibahas.

Perusahaan berharap saham Ma akan dijual kepada pemegang saham lain yang ada di Ant atau mitra e-commerce Alibaba Group Holding Ltd.

Namun demikian, Ant mengeluarkan pernyataan bahwa divestasi saham Ma tidak dipertimbangkan. Perusahaan tersebut mengulangi penyangkalan tersebut dalam tweet dengan mengatakan divestasi saham Ma di Ant Group tidak pernah menjadi subjek diskusi dengan siapa pun.

Sebelumnya, Pemerintah China telah menekan kerajaan internet Ma sebagai bagian dari upaya untuk menanamkan otoritasnya tanpa terhapuskan pada industri teknologi negara itu. Dalam pengumuman penting bulan ini, pemerintah mengenakan denda US$2,8 miliar pada Alibaba karena menyalahgunakan dominasi pasarnya, kemudian memerintahkan perombakan Ant.

Ant akan secara efektif diawasi lebih seperti bank, sebuah langkah dengan implikasi luas untuk pertumbuhan dan kemampuannya untuk terus maju dengan penawaran umum perdana yang tiba-tiba ditunda pemerintah akhir tahun lalu.

Perombakan yang diuraikan oleh regulator akan mengubah Ant menjadi perusahaan induk keuangan, dengan otoritas mengarahkan entitas itu untuk membuka aplikasi pembayarannya kepada pesaing, meningkatkan pengawasan tentang bagaimana bisnis itu mendorong operasi pinjaman konsumen yang penting, dan meningkatkan perlindungan data.

Analis senior Bloomberg Intelligence Francis Chan mengatakan dalam sebuah laporan awal pekan ini, dia memperkirakan valuasi Ant turun di bawah 700 miliar yuan (US$ 107 miliar) dari 2,1 triliun yuan dalam upaya sebelumnya untuk go public.

"Prospek Ant Group bisa semakin berkurang setelah China menghentikan penautan pembayaran Alipay yang tidak tepat dengan produk Ant lainnya. Pembatasan baru di Yu'ebao juga merusak bisnis kekayaannya," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham china jack ma Ant Group

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top