Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Samsung Melonjak 44 Persen Dimotori Penjualan Ponsel

Samsung Electronics Co., perusahaan terbesar Korea Selatan, membukukan pendapatan operasional 9,3 triliun won (US$8,3 miliar) untuk kuartal I/2021, naik 17 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 April 2021  |  15:58 WIB
Samsung Electronics Indonesia meluncurkan varian terbaru seri Galaxy A yaitu Galaxy A01 Core. - Istimewa
Samsung Electronics Indonesia meluncurkan varian terbaru seri Galaxy A yaitu Galaxy A01 Core. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Laba Samsung Electronics Co naik 44 persen pada kuartal I/2021 ditunjang rilis awal dari smartphone andalan baru dan penjualan gadget yang menutupi pukulan dari penutupan pabrik di Texas, Amerika Serikat, selama krisis energi beberapa waktu lalu.

Perusahaan terbesar Korea Selatan itu membukukan pendapatan operasional 9,3 triliun won (US$8,3 miliar) untuk tiga bulan pertama 2021. Penjualan untuk kuartal tersebut 17 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 65 triliun won. Namun demikian, perusahaan belum merilis laba bersih atau kinerja divisi, yang akan dilaporkan akhir bulan ini.

Pembuat memori terbesar di dunia itu telah memperingatkan tentang penurunan profitabilitas pada kuartal pertama, mengantisipasi permintaan yang lebih lemah. Namun, rebound ekonomi dari pandemi terjadi lebih cepat dari yang diharapkan dan harga semikonduktor sekarang sedang naik.

"Memperbaiki kondisi permintaan-penawaran DRAM akan meningkatkan keuntungannya," kata analis Bloomberg Intelligence, Masahiro Wakasugi, dilansir Rabu (7/4/2021).

Dia menambahkan bahwa peluncuran DRAM generasi mendatang, DDR5 (double data rate 5), pada semester kedua tahun ini dapat merangsang permintaan dan lebih jauh lagi meningkatkan penjualan.

Namun, pabrik Samsung di Austin, Texas ditangguhkan selama lebih dari sebulan karena gangguan listrik di seluruh negara bagian, yang menyebabkan kerugian sekitar 300 miliar won. Greg Roh, wakil presiden senior di HMC Securities mengatakan output yang hilang itu akan memengaruhi suku cadang mobil dan smartphone kelas menengahnya.

Galaxy S21 dari perangkat Android yang dirilis lebih awal, memberikan dorongan pada bisnis ponselnya pada Januari. Dengan saingan utama Huawei Technologies Co terdampak sanksi AS, Samsung dan sekelompok pesaing China bergegas mengisi kekosongan yang tersisa di pasar.

Eugene Investment & Securities menyatakan pengiriman smartphone Samsung pada kuartal pertama mencapai 76 juta, naik 25 persen dari kuartal sebelumnya, dengan harga jual rata-rata lebih dari 20 persen lebih tinggi.

Menurut Counterpoint Research, seri S21 melampaui penjualan pendahulunya, S20 dengan margin dua banding satu dalam enam minggu pertama setelah peluncuran, dibantu oleh harga awal yang lebih rendah dan dukungan kuat dari operator AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone samsung Samsung Electronics
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top