Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Juanda Punya 8 Alat GeNose, Kapasitas 2.000 Kantong Tiup

PT Angkasa Pura I menyediakan 8 alat tes GeNose dengan kapasitas 2.000 kantong tiup dan mengimbau calon penumpang untuk tiba 3 jam sebelum keberangkatan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 01 April 2021  |  19:40 WIB
Bandara Juanda - Antara
Bandara Juanda - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menyediakan 8 alat GeNose C19 di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada hari pertama pelaksanaan uji tes menggunakan GeNose sebagai salah satu syarat penerbangan.

Sebagaimana diketahui, layanan pemeriksaan karya anak bangsa ini mulai diterapkan di 4 bandara, yakni Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan sejauh ini penggunaan GeNose terpantau tertib dan aman. Pemeriksaan dibuka mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB.

"Hingga pukul 12.00 WIB yang lalu terdapat 87 calon penumpang yang melakukan tes dengan hasil 75 calon penumpang dinyatakan negatif dan 12 calon penumpang terdeteksi positif hingga harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (1/4/2021).

Dia menyebut untuk hari pertama ini, Bandara Internasional Juanda menyediakan total sebanyak 8 alat GeNose (1 cadangan) dengan 2.000 kantong tiup, 100 HEPA dan 25 petugas per shift untuk mengawasi jalannya proses pemeriksaan.

Sementara untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang, dia mengimbau agar calon penumpang melakukan pemeriksaan GeNose C19 H-1 sebelum keberangkatan atau selambat-lambatnya 3 jam sebelum keberangkatan.

"Selain itu kami juga menyarankan kepada calon penumpang agar menaati aturan untuk pemeriksaan GeNose C19 seperti tidak merokok, makan, minum [kecuali air putih] selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan bahwa menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No. 12/2021 maka transportasi udara untuk perjalanan domestik akan mulai menggunakan GeNose C19 sebagai alat deteksi dini untuk pengecekan penumpang negatif Covid-19.

Dia menuturkan akan mulai menggunakan GeNose C19 sebagai salah satu alternatif persyaratan calon penumpang untuk dapat terbang, namun saat ini akan dimulai di 4 bandara.

"[Penerapan layanan GeNose C19] akan dimulai sejak 1 April 2021. Meskipun akan terbatas, namun akan terus dilakukan penambahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaannya. Penumpang juga dapat menggunakan RT-PCR dan Rapid Test Antigen," ujarnya.

Novie menambahkan, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan wajib menunjukkan hasil negatif Tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam, atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau hasil negatif Tes GeNose C19 di bandara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top