Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dikabarkan Bakal IPO, Pertamina International Shipping Perbaiki Kinerja

Pada 2020, nilai TKDN perusahaan mencapai 40,42 persen. Nilai tersebut terdiri atas 20 unit kapal yang telah dibangun di empat galangan dalam negeri
Ilustrasi: Awak kapal Pertamina mengamati serpihan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018)./ANTARA-HO-Pertamina
Ilustrasi: Awak kapal Pertamina mengamati serpihan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018)./ANTARA-HO-Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang dikabarkan akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), PT Pertamina International Shipping terus memperbaiki kinerjanya bisnisnya.

Direktur Operasi Pertamina International Shipping Arief Kurnia Risdianto mengatakan bahwa salah satu program unggulan direktor operasi adalah pelaksanaan integrated tonnage management. Program itu mengintegrasikan seluruh kapal yang dioperasikan untuk melyaani kebutuhaan pengangkuta domestik dan internasional.

“Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan revenue serta profit perusahaan, dan juga sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan TKDN. Saya sangat yakin dan percaya, bahwa Seluruh Perwira Pertamina khususnya Perwira Milenial Direktorat Operasi akan siap dan mampu menghadapi tantangan-tantangan tersebut," ujarnya seperti dikutip melalui keterangan resminya, Minggu (28/3/2021).

Selain meningkatkan operasional, Pertamina International Shipping (PIS) juga terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Pada 2020, nilai TKDN perusahaan mencapai 40,42 persen. Nilai tersebut terdiri atas 20 unit kapal yang telah dibangun di 4 galangan dalam negeri, dan hal ini telah melebihi nilai minimum yang harus dipenuhi yaitu 30 persen.

“Kami ingin terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan barang serta jasa dari Indonesia dengan cara memberdayakan produk-produk dalam negeri serta mengurangi penggunaan barang-barang impor, seperti penggunaan kapal-kapal berbendera Indonesia, yang dimiliki oleh perusahaan pelayaran nasional Indonesia, serta diawaki oleh orang Indonesia," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Zufrizal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper