Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah, China Punya Utang Terselubung US$2,3 Triliun dan Bakal Membengkak

Utang tersembunyi ini berasal dari obligasi yang diterbitkan pemerintah daerah dan China tidak memiliki catatan resmi dari utang tersembunyi pemerintah lokal, karena secara teknis melanggar hukum.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  11:36 WIB
Presiden China Xi Jinping - Bloomberg
Presiden China Xi Jinping - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah lokal China memiliki utang tersembunyi sebesar 14,8 triliun yuan (US$ 2,3 triliun) tahun lalu. 

Menurut National Institution for Finance and Development, angka tersebut dapat meningkat lebih jauh tahun ini. 

Institusi ini berada di bawah Akademi Ilmu Sosial China yang dikelola pemerintah China dan menjadi penasihat pemerintah.

Liu Lei, peneliti senior di lembaga itu, mengatakan pemerintah daerah berada di bawah tekanan untuk meningkatkan investasi infrastruktur dan menopang pertumbuhan melalui pandemi, yang menyebabkan kenaikan 6 persen dalam pinjaman off-budget dari level terendah baru-baru ini sebesar 13,9 miliar yuan pada kuartal ketiga 2019.

Utang tersembunyi terdiri dari dana yang dikumpulkan oleh entitas terkait pemerintah untuk infrastruktur dan proyek publik lainnya, dan membawa jaminan pembayaran kembali secara implisit. 

Obligasi yang dijual oleh fasilitas pembiayaan pemerintah daerah atau LGFV, adalah salah satu contoh bagaimana otoritas provinsi mengumpulkan uang untuk meningkatkan pengeluaran tanpa memasukkannya ke dalam neraca resmi mereka.

China telah berjanji untuk menstabilkan rasio leverage makro dan menurunkan rasio utang pemerintah tahun ini untuk mengendalikan risiko. 

Ini mungkin sulit dicapai karena pengeluaran sesuai anggaran tidak cukup untuk menutupi investasi yang diperlukan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pada 2035, menurut Liu. 

“Pemerintah daerah akan menemukan cara untuk meningkatkan hutang tersembunyi karena mereka berada di bawah tekanan untuk memperluas investasi,” kata Liu dalam sebuah wawancara, dilansir Bloomberg, Rabu (24/3/2021).

"Dalam jangka panjang, ekonomi masih menghadapi banyak hambatan termasuk lingkungan eksternal yang tidak pasti dan populasi yang menua," lanjutnya.

China tidak memiliki catatan resmi dari utang tersembunyi pemerintah lokal, karena secara teknis melanggar hukum. Perkiraan oleh lembaga yang berbeda dapat sangat bervariasi.

Perhitungan Liu termasuk obligasi yang diterbitkan oleh LGFV dan pinjaman oleh dana perwalian yang terkait dengan pemerintah, asuransi, dan perusahaan investasi lainnya. 

Ini tidak memperhitungkan pinjaman bank untuk LGFV, yang dapat digunakan untuk proyek komersial daripada proyek kesejahteraan masyarakat.

Liu menambahkan utang tersembunyi itu bisa menghasilkan lebih dari 700 miliar yuan per tahun pembayaran bunga tambahan, karena pinjaman semacam itu lebih mahal untuk dilayani daripada obligasi pemerintah. 

Hal itu juga menciptakan risiko bagi stabilitas sistem keuangan China, karena utang telah dibeli oleh semua jenis lembaga keuangan, termasuk bank, pialang, dan dana perwalian.

Kenaikan tahun lalu terjadi setelah utang turun dari puncak 16,6 triliun yuan pada 2016, karena pihak berwenang mengubah sebagian pinjaman menjadi obligasi pemerintah dan memindahkannya ke neraca resmi.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china utang obligasi daerah

Sumber : Bloomberg

Editor : Reni Lestari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top