Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Amankan 4 Kapal Cantrang di Selat Makassar

Tindakan tegas tersebut sejalan dengan komitmen Menteri KKP Trenggono untuk menegakkan aturan main untuk mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Maret 2021  |  17:40 WIB
Sejumlah kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang bersandar saat tidak melaut di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Jumat (26/5). - Antara/Oky Lukmansyah
Sejumlah kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang bersandar saat tidak melaut di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Jumat (26/5). - Antara/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 4 unit kapal ikan cantrang yang melanggar ketentuan operasional di Selat Makassar.

Keempat kapal yang diketahui pernah melakukan praktik penurunan bobot kapal (mark down) tersebut tak berkutik saat diamankan oleh awak kapal pengawas perikanan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP karena beroperasi di Jalur II yang menjadi lokasi penangkapan ikan nelayan dibawah 30 GT.

Tindakan tegas terhadap keempat kapal tersebut sejalan dengan komitmen Menteri KKP Trenggono untuk menegakkan aturan main dalam rangka mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Trenggono juga menyampaikan sudah waktunya nelayan cantrang beralih pada alat penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengonfirmasi penangkapan 4 kapal cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia [WPPNRI] 713 Selat Makassar,” kata Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (20/3/2021).

Antam mengemukakan penangkapan keempat kapal tersebut dilakukan oleh KP. Hiu 07 pada Kamis (18/3/2021).  Dalam gelar operasi yang dilakukan di WPPNRI 713 tersebut, KP. Hiu 07 mengamankan KM. Bagus Mina Barokah (118 GT), KM. Hasil Mina Yanfauna (59 GT), KM. Indi-1 (67 GT), dan KM. Puji Manunggal Sejati (88 GT) yang diketahui beroperasi di Jalur II.

Antam menambahkan berdasarkan pemeriksaan dokumen di atas kapal, diketahui bahwa kapal-kapal tersebut telah dilakukan pengukuran ulang. Sebelumnya keempat kapal tersebut melakukan praktik mark down untuk mengecilkan nilai pungutan perikanan.

“Kapal-kapal ini pernah melakukan manipulasi GT kapalnya,” ujar Antam

Antam juga menegaskan upaya penertiban terhadap nelayan cantrang yang melakukan pelanggaran tersebut merupakan langkah preventif agar tidak semakin meningkatkan gesekan dan eskalasi konflik dengan nelayan setempat.

Saat ini keempat kapal tersebut telah di ad hoc ke Satwas SDKP Kotabaru Kalsel. “Ini juga langkah preventif agar tidak menimbulkan konflik horisontal,” ujar Antam.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono menanggapi praktik mark down yang masih banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Ipunk menekankan pentingnya dilakukan penertiban terhadap praktik manipulasi ukuran kapal tersebut karena menyebabkan hilangnya potensi pendapatan negara di sektor perikanan.

“Praktik mark down ini perlu untuk segera ditertibkan,” tegas Ipunk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp Cantrang
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top