Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INACA Desak Pemerintah Kucurkan Insentif saat Low Season

INACA menilai periode low season yang diikuti rendahnya tingkat permintaan penumpang menyebabkan maskapai membutuhkan insentif dari pemerintah.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  15:37 WIB
Bandara Hang Nadim, Batam.  - batam/airport.com
Bandara Hang Nadim, Batam. - batam/airport.com

Bisnis.com, JAKARTA – Stimulus dari pemerintah mendesak untuk diberikan kepada maskapai pada tahun ini guna mengembalikan tingkat permintaan hilang akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon B. Prawiraatmadja mengatakan sejumlah poin utama telah disampaikan kepada pemerintah guna keberlangsungan industri penerbangan. Dimulai dari agar seluruh karyawan maskapai divaksin dengan harapan tetap bisa tanpa menciptakan kasus penularan baru hingga paket stimulus yang harus dikomunikasikan kembali

Demand [penumpang] yang hilang hingga 60 persen dibandingkan dengan pada 2018 dan pada 2019 ini perlu mendapatkan stimulus yang tepat sehingga maskapai anggota bisa tetap melangsungkan kegiatan operasional. Biasanya tiga bulan ini low season dan okupansi rendah. Apalagi pandemi ini jelas banyak yang mengurangi kegiatan traveling,” ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Denon mengatakan sebetulnya stimulus perpajakan sudah diajukan dari tahun lalu. Sehingga saat ini pihaknya berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian tentang besaran yang diharapkan oleh anggota INACA. Selain dari stimulus perpajakan itu, lanjutnya, terkait dengan beban operasional langsung yakni biaya avtur.

Menurutnya, tanpa bantuan dari pemerintah atau maskapai soal avtur ini, maskapai akan berat melangsungkan usahanya. Denon juga mengaku tengah memohon kepada Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian tekait dengan biaya Pelayanan Jasa Pendaratan Penempatan Dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) terkait kebandarudaraan.

Namun, Denon menekankan pengajuan ini memang tidak diajukan ke Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) melainkan kepada Kemenko Perekonomian karena mitra kerja maskapai yakni bandara dan navigasi juga tetap harus menjaga kelangsungan operasi. Denon yang juga CEO WhiteSky Aviation tersebut berpendapat jika hal tersebut bisa menjadi program yang diimplementasikan tentu maskapai tidak harus bolak-balik ditagih.

INACA juga tengah mempersiapkan white paper atau laporan resmi terkait rencana pemulihan industri penerbangan dari pandemi Covid-19. Denon menjelaskan white paper tersebut ditargetkan rampung akhir April 2021 sehingga bisa dirilis secara terbuka kepada media. Adapun tujuan disusunnya laporan tersebut adalah agar harapan-harapan yang ingin dicapai industri lebih mempunyai dasar, bukan andai-andai semata.

“Kami melihat pada 2021 demand yang hilang beranjak normal tapi belum pulih 100 persen. Oleh karena itu kami susun white paper yang pada April ini selesai. Sehingga segera bisa memastikan berapa lama penumpang domestik ini kembali,” tekannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaca
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top