Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sanbe Farma dan JBio Akan Lakukan Penghiliran Vaksin Covid-19 Lokal?

Selain PT Bio Farma, sejumlah institusi terlibat dalam pengembangan vaksin di Tanah Air, khususnya Vaksin Merah Putih.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  19:25 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pelibatan PT Sanbe Farma dan PT JBio sebagai produsen vaksin Covid-19 di Indonesia dinilai merupakan upaya hilirisasi vaksin-vaksin yang sedang dikembangkan oleh sejumlah lembaga.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Profesor Amin Soebandrio mengatakan saat ini lembaga pengembang vaksin Covid-19 sedang mencari atau dicarikan perusahaan yang bisa melakukan proses hilirisasi.

"Pembuatan vaksin Covid-19 tidak hanya oleh Eijkman, ada Universitas Indonesia [UI] dan Universitas Airlangga [Unair]. Saat ini, mereka sedang mencari atau sedang dicarikan perusahaan yang mau melakukan hilirisasi," ujar Amin pada saat dihubungi, Selasa (16/3/2021).

Hal tersebut, sambungnya, perlu dilakukan mengingat PT Bio Farma (Persero) merupakan produsen tunggal vaksin Covid-19 di Tanah Air. Dengan demikian, keterlibatan perusahaan farmasi lain dalam proses produksi vaksin dinilai perlu.

Selain PT Bio Farma, sejumlah institusi terlibat dalam pengembangan vaksin di Tanah Air, khususnya Vaksin Merah Putih, antara lain LBM Eijkman, Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), UI, Institute Teknologi Bandung (ITB), Unair, Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Kalbe Farma Tbk., Biotis, dan Tempo Scan.

Menurut Amin, perusahaan yang didapuk sebagai calon produsen vaksin Covid-19 oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan pemantauan terhadap vaksin yang dikembangkan untuk kemudian dilanjutkan dengan proses hilirisasi.

Dari beberapa lembaga yang mengembangkan vaksin, lanjut Amin, sejumlah produsen akan melanjutkan proses hilirisasinya, termasuk PT Sanbe Farma dan PT JBio.

"Calon produsen tersebut sedang melihat vaksin yang mana yang sesuai dengan kriteria perusahaan," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eijkman vaksin Merah Putih
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top