Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor RI ke China Turun US$96,2 Juta, Ini 3 Komoditas Penyumbang Utama

Meski mengalami penurunan, pangsa ekspor nonmigas Indonesia masih belum banyak berubah. Posisi pertama tetap ditampati oleh China dengan pangsa mencapai 20,50 persen dengan nilai ekspor sebesar US$2,95 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  13:10 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia ke China pada Februari 2021 mengalami penurunan sebesar US$96,2 juta.

Kepala BPS SUhariyanto mengatakan penurunan ekspor tersebut dikarenakan ada penurunan tajam beberapa komoditas. “Pertama, minyak dan lemak hewan nabati secara bulanan turun 40,99 persen, pulp dari kayu turun 21,55 persen, dan bahan bakar mineral turun 3,7 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (15/3/2021).

Meski mengalami penurunan, Suhariyanto mengatakan pangsa ekspor nonmigas Indonesia masih belum banyak berubah. Posisi pertama tetap ditampati oleh China dengan pangsa mencapai 20,50 persen dengan nilai ekspor sebesar US$2,95 miliar.

Di sisi lain, impor Indonesia dari China juga mengalami penurunan sebesar US$215,9 juta. BPS mencatat, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dnegan China, yaitu mencapai US$968,5 juta.

Di samping China, Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor yang paling dalam adalah ke negara tujuan India, yang mencapai US$178 juta. Selanjutnya, disusul oleh Spanyol US$75,5 juta, Myanmar US$52,8 juta, dan Singapura -49,7 juta.

“Kita tahu apa yang terjadi di Myanmar, sehingga bisa dipahami ekspor ke Myanmar mengalami penurunan,” jelasnya.

Adapun pada Februari 2021, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$2,01 miliar, dengan total nilai ekspor sebesar US$15,27 miliar dan impor US$13,26 miliar.

Kinerja ekspor tersebut tercatat tumbuh sebesar 8,56 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara kinerja impor tercatat meningkat lebih tinggi, yaitu 14,89 persen dibandingkan dengan Februari tahun lalue


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor BPS china
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top