Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lantik Pejabat Baru, Sri Mulyani Ingatkan Risiko Asset Bubble hingga Krisis Utang

Dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia akan melihat sejumlah risiko yang diidentifikasi oleh adanya kebijakan menjaga kestabilan ekonomi oleh seluruh negara, seperti, gelembung aset (asset bubbles), instabilitas harga, commodity shock, debt crisis, dan risiko geopolitik.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  14:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap tantangan besar yang akan dihadapi perekonomian Indonesia dalam jangka menengah sampai panjang.

Hal tersebut disampaikan Menkeu saat acara pelantikan sejumlah pejabat eselon I Kementerian Keuangan, Jum’at (12/3/2021).

Sri Mulyani merujuk pada ‘The Global Risks Report 2021’ oleh Wold Economic Forum (WEF). Dia mengungkap risiko pendek, menengah, dan panjang yang akan dialami oleh dunia termasuk Indonesia.

Dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia akan melihat sejumlah risiko yang diidentifikasi oleh adanya kebijakan menjaga kestabilan ekonomi (countercyclical) oleh seluruh negara, seperti, gelembung aset (asset bubbles), instabilitas harga, commodity shock, debt crisis, dan risiko geopolitik.

“Ini adalah sebagian merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diambil untuk menghadapi pandemi. Setiap langkah kebijakan tidak hanya memberikan manfaat tapi ada konsekunsi, demikian pula kebijakan yang kita ambil dari sisi APBN dan fiskal bersama-sama lembaga lain dalam menghadapi Covid-19,” terang Sri Mulyani dalam sambutannya, Jum’at (12/3/2021).

Tidak hanya risiko, Menkeu juga mengungkap beberapa tanggung jawab yang akan diemban oleh Indonesia, khususnya oleh Kemenkeu dan kementerian/lembaga mitra.

“Tahun 2021 adalah suatu tahun untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Namun kita jga tahu, ada banyak tantangan dan tanggung jawab yang akan diemban oleh Indonesia,” katanya.

Salah satu yang terdekat adalah memegang presidensi kelompok ekonomi utama terbesar di dunia dan Uni Eropa, G20. Menurut Sri Mulyani, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), serta sejumlah kementerian/lembaga akan meningkatkan persiapan jelang menjadi tuan rumah.

Sementara itu, Kemenkeu juga ditugaskan untuk melakukan konsolidasi fiskal sesuai UU No. 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Menkeu mengatakan APBN adalah instrumen utama dalam menghadapi pandemi.

Kemenkeu bertanggung jawab untuk membantu perekonomian Indonesia dan masyarakatnya, dan menjaga kesehatan APBN dalam jangka menengah.

“Sebuah tugas yang saling berlawanan namun harus tetap dilaksanakan secaras seimbang, tepat waktu, dan tepat ukuran,” tambahnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu sri mulyani pelantikan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top