Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Kemenhub Bantu Pengiriman Bantuan ke Daerah Bencana

Kemenhub menyiapkan cara untuk mempermudah pengiriman bantuan ke daerah bencana menggunakan transportasi udara.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  11:35 WIB
Ilustrasi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui udara menggunakan helikopter BNPB, Jumat (20/11/2020). - Humas BNPB
Ilustrasi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui udara menggunakan helikopter BNPB, Jumat (20/11/2020). - Humas BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan sejumlah pengembangan bandara agar mempermudah proses pengiriman bantuan bila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini tengah mengupayakan agar seluruh bandara memiliki kapasitas minimal dengan panjang 1.400 meter atau lebih agar pesawat Hercules atau kargo A400 dapat mendarat.

"Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan pemetaaan sarana prasarana dan jaringan pelayanan rawan bencana, misalnya dengan menetapkan bandara yang memiliki runway minimal sepanjang 1.400 meter atau lebih agar bisa didarati pesawat sejenis Hercules atau pesawat kargo A400 yang biasa digunakan untuk memberikan bantuan ke daerah bencana," ujarnya, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, kata Budi, sebagai upaya mitigasi dari bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api, sejumlah langkah jangka pendek hingga panjang lainnya juga telah disiapkan.

"Kita melaksanakan sosialisasi aksi Get Airport Ready for Disaster [GARD] kepada operator bandara, mengidentifikasi sarana dan prasarana bandara terhadap rawan bencana, memastikan kesiapan sumber daya manusia Tim Reaksi Cepat, dan menyusun jaring komunikasi dengan instansi terkait," paparnya.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Kemenhub telah melaksanakan pengadaan fasilitas operasi portable dan teknologi informasi serta meningkatkan pengembangan bandara untuk mendukung pesawat udara jenis A400, memasang peralatan early warning pada bandara rawan bencana, dan dengan pengadaan fasilitas operasi portable pada kantor otoritas bandara.

Kendati demikian, Budi meminta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait dalam penanggulangan bencana di Indonesia harus terus ditingkatkan. Menurutnya, tidak ada artinya memiliki persiapan yang banyak tersebut tanpa adanya koordinasi dan kolaborasi bersama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top