Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Pengembalian Investasi Proyek Air Minum Capai 2 Digit

Ada 22 proyek SPAM yang akan dilakukan sepanjang 2021 yang terbagi dalam empat tahapan, yakni perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan transaksi.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  19:06 WIB
Pembangunan SPAM Jatiluhur I yang ditargetkan selesai di tahun 2017 akan mengalirkan air 5000 liter/detik. Air tersebut akan disalurkan ke Provinsi DKI Jakarta sebanyak 4000 liter/detik, Kabupaten Karawang 350 liter/detik, Kabupaten Bekasi 350  liter/detik dan Kota Bekasi 300 liter/detik. - Dok. Cipta Karya.pu.go.id
Pembangunan SPAM Jatiluhur I yang ditargetkan selesai di tahun 2017 akan mengalirkan air 5000 liter/detik. Air tersebut akan disalurkan ke Provinsi DKI Jakarta sebanyak 4000 liter/detik, Kabupaten Karawang 350 liter/detik, Kabupaten Bekasi 350 liter/detik dan Kota Bekasi 300 liter/detik. - Dok. Cipta Karya.pu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa investasi dalam proyek penyediaan air minum sangat menarik. Pasalnya, rata-rata angka internal rate of return proyek sistem penyediaan air minum mencapai dua digit.

Direktur Air Minum Kementerian PUPR Yudha Mediawan menghitung rata-rata IRR investasi SPAM dari hullu ke hilir hanya sekitar 9,2 persen. Namun, rata-rata IRR pada usaha water treatment plant (WTP) dapat mencapai 15 persen, sedangkan pada usaha distribusi sekitar 12 persen.

"Namun, kalau digabungkan jadi rendah karena ada jaringan masyarakat yang jgua diperlukan. [Namun] proyek-proyek SPAM yang baru memiliki IRR dua digit semua," katanya kepada Bisnis, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, akan ada 22 proyek SPAM yang akan dilakukan sepanjang 2021. Adapun, 22 proyek tersebut terbagi dalam empat tahapan, yakni perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan transaksi.

Sejauh ini, baru ada dua proyek yang dalam tahap perencanaan, yakni SPAM Kota Bitung dan SPAM Lombok. Kedua SPAM terseut merupakan proyek solicited dan masih menyusun studi pendahuluan.

Sementara itu, ada 12 proyek SPAM yang saat ini dalam tahap persiapan yang akan melayani 39 Kabupaten. Adapun, 12 proyek tersebut akan menambah kapasitas air minum sebanyak 21.308 liter per detik yang akan dialirkan melalui 1,57 juta sambungan rumah (SR) dan menelan investasi sekitar Rp29,68 triliun.

Pada tahap transaksi, ada 4 proyek SPAM dengna skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Keempat proyek SPAM tersebut akan menambah 883.500 SR dan menelan investasi sekitar Rp5,22 triliun.

Terakhir, telah ada 4 proyek SPAM dengna skema KPBU yang ada dalam tahap pelaksanaan. Pelaksanaan 4 proyek SPAM tersebut menelan investasi senilai Rp4,96 triliun dan menambah SR sebanyak 480.300 unit.

Dengan kata lain, akan ada tamabahan SR setidaknya sebanyak 2,94 juta SR sepanjang 2021 dengan kapasitas 38.158 lpd. Adapun, seluruh SPAM tersebut akan menyerap investasi setidaknya Rp39,87 triliun.

Yudha optimistis seluruh proyek SPAM tersebut akan memiliki IRR sekitar dua digit. Pasalnya, sebagian besar pemasangan SR dari SPAM tersebut akan dipasang di kota besar.

"Masyarakat kota besar pasti dia beli air banyak dan [semua proyeksi SR] ada real demand survey semua," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi air minum
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top