Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bio Farma Belum Tunjuk Korporasi Swasta sebagai Distributor Vaksin

PT Bio Farma sedang menyiapkan rencana untuk menjajaki kerja sama dengan korporasi untuk kemudian ditunjuk sebagai distributor.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  14:42 WIB
Sprinter Lalu Muhammad Zohri menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 seusai menerima suntikan pertama vaksin di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (26/2/2021)./Antara - Shofi Ayudiana
Sprinter Lalu Muhammad Zohri menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 seusai menerima suntikan pertama vaksin di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (26/2/2021)./Antara - Shofi Ayudiana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bio Farma (Persero) belum menunjuk satu pun korporasi swasta sebagai distributor vaksin untuk program vaksinasi di Tanah Air.

Perusahaan farmasi tersebut masih akan melakukan penjajakan sendiri terhadap sejumlah korporasi yang akan dilibatkan.

Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan perusahaan sedang menyiapkan rencana untuk menjajaki kerja sama dengan korporasi untuk kemudian ditunjuk sebagai distributor. 

"Sampai dengan saat ini belum ada perusahaan yang ditunjuk menjadi distributor vaksin. Bulan ini sedang kami siapkan langkah untuk penjajakan. Nanti akan dilakukan penilaian terlebih dahulu," ujar Bambang kepada Bisnis, Senin (1/3/2021).

Terlepas dari penilaian yang akan dilakukan oleh Bio Farma, lanjut Bambang, terdapat sejumlah persyaratan mendasar yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang berminat untuk mengambil peran sebagai distributor dalam pelaksanaan program vaksin di Tanah Air.

Persyaratan tersebut salah satunya adalah kepemilikan cold chain management system vaccine.

Namun demikian, persyaratan mendasar tersebut masih harus dinilai lebih lanjut oleh Bio Farma sebagai perusahaan yang mendapat mandat dalam Permenkes No. 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Bambang menambahkan Bio Farma tidak hanya melakukan penilaian terhadap korporasi-korporasi yang mengajukan diri. Perusahaan juga akan melakukan aksi jemput bola dan saat ini tengah menyiapkan langkah penjajakan.

"Sampai saat ini belum ada perusahaan yang ditunjuk. Namun, hal yang terpenting untuk menjadi distributor adalah harus memenuhi persyaratan, yakni memiliki cold chain management system vaccine.

Pada akhir pekan lalu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menyebut terdapat 9 perusahaan yang akan dilibatkan dalam proses distribusi vaksin Covid-19. Namun, dia belum mengungkapkan identitas perusahaan yang akan terlibat.

Beberapa bulan sebelum Permenkes No. 10/2021 keluar, sejumlah korporasi swasta telah melakukan pendekatan kepada Kemenkes agar dapat ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Beberapa korporasi tersebut, antara lain PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), yakni PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT), kemudian Unilever Indonesia (UNVR), dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk. (CAMP). 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top