Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kompetisi IFI Tantang Inovasi IKM Pangan

Kemenperin mendorong industri kecil dan menengah pangan melalui penyelenggaraan Indonesia Food Innovation (IFI) 2021. Kompetisi ini guna menciptakan IKM pangan yang produktif, kreatif dan inovatif sehingga bisa bersaing di pasar global.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  16:40 WIB
Pekerja memproduksi tahu disebuah industri rumahan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja memproduksi tahu disebuah industri rumahan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri kecil dan menengah pangan melalui penyelenggaraan Indonesia Food Innovation (IFI) 2021. Kompetisi ini guna menciptakan IKM pangan yang produktif, kreatif dan inovatif sehingga bisa bersaing di pasar global.

“IFI merupakan program pembinaan dan pendampingan yang tepat dari para ahli di bidang bisnis maupun teknis sehingga dapat mengakselerasi bisnis mereka menuju IKM modern yang marketable, profitable, dan sustainable dan berujung pada peningkatan skala bisnis IKM,” kata Menteri Perindustrian Agus Kartasasmita di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Selama ini, IKM makanan dan minuman memainkan peran penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Tercatat, hingga saat ini, jumlah IKM makanan dan minuman sebanyak 1,86 juta unit usaha atau 43,41 persen dari total unit usaha IKM.

Di samping itu, IKM makanan dan minuman mampu menyerap sebanyak 4,11 juta tenaga kerja sehingga menjadikannya sebagai salah satu sektor padat karya.

Pada acara Kick Off IFI 2021, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Namun, terdapat peluang bagi mereka untuk dapat menjawab kebutuhan pasar yang saat ini berubah karena dampak pandemi.

“Perubahan perilaku masyarakat pada akhirnya mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih,” jelasnya. Untuk itu, para pelaku IKM perlu menyiapkan diri melakukan adaptasi dan berinovasi dengan membaca tren dan kebutuhan pasar, baik pasar dalam negeri maupun ekspor.

“IKM juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produknya,” imbuhnya.

Gati mengemukakan, IFI 2021 bertujuan untuk memacu IKM pangan semakin meningkatkan nilai inovasi dan pemanfaatan penggunaan bahan baku lokal yang cukup banyak dan beragam. “Langkah ini guna meningkatkan daya saingdi level global,” ujarnya.

Program IFI pada 2021 ini merupakan pelaksanaan kali ke-2. Tema yang diusung pada IFI 2021, yaitu Promoting Sustainable Supply Chain and Added Value through Innovation to Serve the Dynamic Markets.

“IFI 2021 mendukung pengembangan kapasitas bisnis para pelaku industri pangan melalui inovasi solusi supply chain dan added value untuk memenuhi perubahan pasar yang dinamis,” terang Gati.

Peserta yang lolos kurasi program IFI akan mendapatkan manfaat berupa pembinaan dari Ditjen IKMA dalam bentuk program Food Camp. Program tersebut meliputi coaching dan mentoring oleh pakar profesional yang melibatkan akademisi, dan praktisi industri pangan untuk meningkatkan kapabilitas teknis maupun bisnis menuju IKM pangan modern.

Program Food Camp IFI dikemas dalam bentuk workshop yang interaktif, guna menajamkan ide bisnis IKM pangan untuk food business creation dan food business process improvement.

Dalam hal food business creation, peserta akan diberi materi mengenai industri dan ekosistem bisnis pangan, teknologi dan inovasi pangan, pengembangan produk pangan baru, serta strategi bisnis pangan.

Sedangkan, pada food business process improvement, peserta akan mendapatkan materi mengenai manajemen keuangan, pemasaran, branding, operasi dan kualitas, serta materi mengenai peraturan keamanan pangan.

Kompetisi IFI 2021 terdiri dari dua kategori, yakni bagi IKM pangan penghasil produk antara (intermediate product) sebagai bagian rantai suplai industri pangan, serta bagi IKM pangan yang menghasilkan produk olahan pangan untuk kebutuhan konsumen akhir (end product).

Para peserta berkesempatan memenangkan hadiah berupa piala, piagam dan uang pembinaan dengan besaran Rp40 juta untuk juara I, Rp25 juta untuk juara II, dan Rp15 juta untuk juara III pada masing-masing kategori.

Selain itu, pemenang dari kompetisi ini akan diprioritaskan untuk mengikuti program akselerasi lanjutan pengembangan bisnis melalui coaching dan mentoring eksklusif peningkatan skala usaha. Selain itu, pemenangjuga memperoleh fasilitasi sertifikasi Hazard Analitical Critical Control Point (HACCP) dan investor macth making ataupun fasilitasi keanggotaan e-commerce global serta berbagai macam kegiatan pameran.

Dirjen IKMA mengajak pelaku IKM pangan untuk ikut serta dalam program IFI 2021. “Kami harapkan IKM pangan memiliki kesiapan dan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas, membangun branding, melakukan adaptasi, memperkuat inovasi, serta mampu dalam membaca tren dan kebutuhan kondisi pasar yang selalu berubah,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan industri pangan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top