Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana FLPP 2022 Bakal Dinaikkan, Begini Respons Pengembang

Kementerian PUPR merencanakan kenaikan dana FLPP untuk tahun depan dibandingkan dengan tahun ini mengingat tingginya kebutuhan perumahan bersubsidi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  19:37 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Sumedang, Jawa Barat. - Antara
Foto udara perumahan bersubsidi di Sumedang, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengusulkan kenaikan bantuan pembiayaan perumahan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 2022 menjadi sebesar Rp23 triliun bagi 200.000 unit rumah subsidi.

Adapun tahun ini, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk dana FLPP sebesar Rp16,66 triliun bagi 157.500 unit rumah subsidi pada 2021.

Merespons hal itu, Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan kuota unit rumah dan anggaran FLPP memang perlu ditingkatkan dari yang saat ini Rp17 triliun.

Pasalnya, pada 2018 realisasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 263.000 unit dengan perincian 225.000 lewat skema SSB (Subsidi Selisih Bunga) dan 55.000 FLPP. Lalu pada 2019 berkurang menjadi 170.000 unit.

Menurutnya, alokasi FLPP untuk 2022 menjadi sebesar Rp23 triliun bagi 200.000 unit rumah subsidi ini sangatlah kurang. Dia membandingkan dengan tahun lalu, di tengah pandemi Covid, tercapai 190.000 unit rumah subsidi.

Dia menuturkan kuota FLPP yang dibutuhkan tahun depan diperkirakan 225.000 hingga 230.000 unit rumah.

Menurutnya, segmen rumah MBR cukup diminati oleh pengembang. Meskipun marginnya tidak sebesar segmen rumah non-MBR, namun kebutuhan rumah MBR selalu ada sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembang. "Mestinya tahun depan bisa mencapai 225.000 unit hingga 230.000 unit."

Sekjen DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali memproyeksikan pembangunan perumahan untuk MBR berpeluang mencapai lebih dari 200.000 unit tahun depan karena tingginya kebutuhan.

"Kalau pandemi Covid-19 ini berangsur menyusut, pembangunan rumah dengan skema FLPP bisa lebih dari 200.000 unit. Tahun ini saja akan bisa mencapai 200.000 unit," kata Daniel.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Apernas) Jaya Andre Bangsawan mengatakan kenaikan kuota FLPP tahun depan yang menjadi 200.000 ini sudah sesuai dengan permintaan asosiasi. Karena saat ini memang dibutuhkan peningkatan jumlah rumah FLPP.

"Saya rasa tahun depan bisa lebih dari 200.000 unit. Tapi usulan kenaikan bantuan pembiayaan perumahan dengan skema FLPP ini sudah sesuai dengan permintaan kami agar ada penambahan jumlah rumah FLPP," kata Andre.

Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan bantuan pembiayaan perumahan dana FLPP untuk 2022 diperkirakan Rp23 triliun bagi 200.000 unit rumah subsidi.

"Di tahun 2022 nanti bantuan FLPP akan diusulkan sebanyak 200.000 unit, dengan anggaran Rp23 triliun, ini naik dari tahun ini yang 157.500 unit. Namun hal ini masih proses," ujarnya, Rabu (24/2/2021).

Alokasi anggaran FLPP tersebut diusulkan untuk didapat dari dana bergulir sebesar Rp3,9 triliun dan usulan DIPA tahun 2022 sebesar Rp19,1 triliun

Lalu untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) pada 2022, Kementerian PUPR akan mengusulkan untuk 312 unit rumah.

Kemudian untuk bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) tahun 2022 diusulkan sebesar Rp4,39 triliun bagi 769.903 unit rumah. SSB tahun 2022 yang dibayarkan ini untuk tahun sebelumnya.

Kementerian PUPR juga mengusulkan usulan bagi Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) tahun 2022 sebesar Rp810 miliar untuk 200.000 unit rumah.

"Tahun 2022 anggarannya sudah mulai dibahas pada tahun ini meski anggaran untuk tahun 2021 baru dijalankan. Jadi sampai dengan nanti tahun 2022, kalau pengembang mau berancang-ancang untuk memulai lagi misalnya dimana sekarang tidak memungkinkan, maka untuk tahun depan sudah kami siapkan," ucap Eko.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp rumah subsidi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top