Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO AirAsia Group Tony Fernandes Buka Suara soal Vaksin Covid-19

CEO AirAsia Group Tony Fernandes menyebutkan sepanjang pandemi AirAsia telah secara intensif menerapkan inisiatif digital dan teknologi inovatif sebagai persiapan bagi pascapandemi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  07:59 WIB
CEO AirAsia Group Tony Fernandes - Reuters/Vivek Prakash
CEO AirAsia Group Tony Fernandes - Reuters/Vivek Prakash

Bisnis.com, JAKARTA - AirAsia menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang akan diluncurkan di Malaysia mulai minggu ini sebagai indikator awal pemulihan perjalanan internasional dalam waktu dekat.

CEO AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan program vaksinasi yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah negara destinasi AirAsia, seperti Indonesia, Singapura, Tiongkok, dan Australia juga menunjukan perkembangan yang signifikan. Indonesia bahkan telah memasuki program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar lebih dari 38 juta masyarakat lanjut usia dan petugas pelayanan publik, termasuk petugas transportasi, sejak 17 Februari 2021.

Indonesia sebelumnya juga telah melakukan vaksinasi tahap pertama terhadap lebih dari 1,2 juta masyarakat garda terdepan sejak 13 Januari 2021. Sementara itu, Thailand dan Filipina dijadwalkan akan memulai program vaksinasinya pada kuartal pertama tahun ini.

“Setelah setahun berada di dalam ketidakpastian, senang rasanya ada harapan yang menunjukkan masa penuh tantangan ini akan segera pulih," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (23/12/2021).

Tony menyebutkan sepanjang pandemi ini AirAsia telah secara intensif menerapkan inisiatif digital dan teknologi inovatif yang akan membuat pengalaman terbang menjadi lebih aman dan lancar pascapandemi nantinya. Dengan uji kesehatan yang lebih baik, pembukaan zona perjalanan terbatas (travel bubble) untuk wisata, ketersediaan obat antivirus, serta penggunaan paspor kesehatan digital yang mampu menampilkan catatan kesehatan di seluruh Asean dan sekitarnya nantinya diharapkan dapat semakin mempercepat pemulihan perjalanan secara global.

“Saya yakin AirAsia dapat pulih lebih cepat. Hal ini didukung oleh penerapan model bisnis berbiaya rendah, posisi di pasar saat ini, dan transformasi digital menjadi aplikasi super terkemuka di Asia untuk perjalanan dan gaya hidup yang telah membantu mengurangi dampak dari pandemi," imbuhnya.

Tony menyebutkan maskapainya telah melalui berbagai krisis di masa lalu termasuk 9/11, epidemi flu burung SARS, sejumlah bencana alam tsunami dan gempa bumi, namun sejauh ini Covid-19 merupakan situasi paling menantang yang pernah kami hadapi.

Menurutnya pembatasan perjalanan secara global seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Setelah melewati pengelolaan finansial yang ketat selama setahun, termasuk menghentikan operasional di Jepang dan mengurangi kepemilikan saham di India, akhirnya kami melihat peluang untuk pulih.

Dia tetap optimistis dapat mencapai target pendanaan sebesar 2,5 miliar ringgit Malaysia. Tahap pertama dari private placement hingga 20 persen dari total saham AirAsia Group Berhad telah diselesaikan minggu lalu yang menghasilkan sebanyak 11,07 persen penawaran senilai 250 juta ringgit Malaysia. Hal ini jelas menunjukan kepercayaan pasar dan investor yang solid terhadap perusahaan.

Tony menyebutkan sedang berupaya untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dengan Skema Jaminan Prihatin Danajamin bulan depan. Secara bersamaan, dia juga tengah berdiskusi untuk mengupayakan pendanaan lainnya di sejumlah negara jaringan utama seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina yang akan kami umumkan lebih lanjut. Langkah-langkah peningkatan modal dan pendanaan lainnya sedang dipertimbangkan, termasuk peningkatan modal untuk entitas digital kami.

Menurutnya kejelasan lebih lanjut mengenai semua upaya pendanaan dapat diketahui pada akhir Maret. Tony berharap pemulihan dapat terwujud secara bertahap pada 2021 untuk semua pasar utama AirAsia dan potensi pemulihan menyeluruh dalam dua tahun mendatang.

Sepanjang pandemi tahun 2020, AirAsia telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat transformasi digitalnya menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan dengan memperkenalkan berbagai produk dan layanan baru yang menambah sumber pendapatan, seperti aplikasi super airasia, logistik, e-commerce, fintech, serta penerapan prosedur dan inovasi terkini seperti pengenalan wajah biometrik untuk menghadirkan pengalaman terbang yang lebih higienis dan minim kontak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top