Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Distribusi Masih Terganggu, Harga Cabai Rawit Tetap 'Pedas'

Harga cabai rawit merah makin 'pedas' dan mencapai Rp100.000 per kilogram.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  16:31 WIB
Pedagang cabai rawit. - Bloomberg/Dimas Ardian
Pedagang cabai rawit. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — Harga sejumlah komoditas pangan di pasaran masih terpantau tinggi seiring dengan kondisi produksi dan distribusi yang terganggu selama musim penghujan. Harga cabai menjadi salah satu yang terpantau belum stabil.

“Harga cabai rawit merah makin 'pedas' dan mencapai Rp100.000 per kilogram,” kata Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri, Jumat (19/2/2021).

Harga cabai sendiri terpantau stabil tinggi dalam sebulan terakhir akibat distribusi yang terganggu curah hujan tinggi di daerah penghasil. Adapun proyeksi dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) memperlihatkan bahwa potensi produksi untuk cabai rawit selama Januari sampai Maret 2021 adalah sebesar 291.347 ton dengan kebutuhan 225.017 ton. Sementara untuk cabai besar memiliki potensi produksi 331.087 ton dengan proyeksi kebutuhan 250.097 ton.

Selain cabai yang stabil tinggi, Mansuri mengatakan bahwa kenaikan harga yang perlu diantisipasi adalah pada minyak goreng curah. Harga bahan pokok ini dia sebut telah menyentuh  Rp17.000 per kilogram di sejumlah pasar. “Padahal, harga normal di kisaran Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram,” kata dia.

Terlepas dari kondisi dua komoditas tersebut , Mansuri mengatakan secara umum harga komoditas pangan masih terjaga. Termasuk pada beras yang tak mengalami gejolak harga yang berarti.

Jika mengutip laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata beras semua kualitas dalam tiga pekan terakhir stabil di level Rp11.800 per kilogram. Potensi produksi sampai Maret pun ditaksir berada di level 8,26 juta ton sehingga total pasokan sebesar 15,01 juta ton. Dengan kebutuhan selama tiga bulan pertama sebesar 7,48 juta ton, maka neraca akhir Maret adalah 7,53 juta ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cabai musim hujan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top