Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Program Visa Wisman Jangka Panjang, Ini Usulan REI

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno nmengusulkan visa jangka panjang hingga 5 tahun. REI mengusulkan agar program itu dikombinasikan dengan investasi properti internasional.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  23:21 WIB
Wisatawan mancanegara di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sebelum pandemi corona./Antara - Anis Efizudin
Wisatawan mancanegara di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sebelum pandemi corona./Antara - Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengusulkan penerapan kebijakan visa jangka panjang yang memungkinkan wisatawan mancanegara tinggal di Indonesia hingga 5 tahun.

Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengusulkan agar program visa jangka panjang ini dapat dikombinasikan dengan investasi properti internasional.

"Kami dukung pemberian kebijakan visa long stay sampai 5 tahun wisman dengan deposit Rp2 miliar ke atas," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, program visa jangka panjang ini dapat memberikan kenyaman bagi wisman untuk bisa berinvestasi di Indonesia. "Kalau mereka tinggal hanya 1–2 pekan, mereka tidak bisa dapat feel keindahan alam," paparnya.

Namun, program visa jangka panjang ini dapat dikombinasikan dengan ide pembeliaan properti. Hal ini seperti yang dilakukan di beberapa negara seperti Spanyol di mana dengan belanja sebanyak 500.000 euro, dapat golden visa selama 10 tahun untuk satu keluarga.

Di Malaysia dengan membeli properti 1 juta ringgit atau sekitar Rp3,44 miliar ini maka dapat golden visa untuk satu keluarga.

"Dengan mengadopsi program Malaysia My Second Home atau Golden Visa di Spanyol, kedua negara ini terbukti berhasil menggenjot foreign direct investment (FDI) dan juga mendulang devisa dari sektor pariwisata. Jadi bisa sekali kayuh dua pulau terlampaui karena international property investment itu pasarnya memang ada," ucapnya.

Menurutnya, dengan kombinasi program visa jangka panjang dan pembelian properti ini berdampak pada multiplier effect dan penyerapan tenaga kerja yang masif serta mendorong FDI dan meningkatkan devisa di sektor pariwisata.

"Kita harus berani mengkombinasikan program visa ini dengan international property investment agar sektor properti beserta turunannya sekitar 174 sektor ini juga dapat bergerak," tutur Rusmin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti wisatawan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top